Indonesia Catat Rekor Produksi Padi

Lahan persawahan. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Roma – Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat bahwa Indonesia mencapai rekor terbaru panen padi di Indonesia pada kuartal satu tahun 2013. Volume panen padi saat ini mencapai 72,1 juta metrik ton atau meningkat 4,4 persen dibandingkan tahun lalu, yang sebanyak 69,05 juta metrik ton.

Jumlah panen itu diperkirakan tetap meningkat meskipun curah hujan tinggi pada bulan Desember dan Maret, yang berakibat pada banjir yang melanda beberapa daerah penghasil padi. “Rekor itu sekaligus membatasi kebutuhan untuk impor padi,” ujar Food Agricultural Organization (FAO) dalam rilisnya, seperti dilansir Bloomberg, Selasa, 30 April 2013.

Sementara itu, hasil panen jagung diperkirakan mencapai 19 juta ton pada kuartal pertama. Angka itu tidak berbeda jauh dari tahun sebelumnya pada periode yang sama, yakni 18,96 juta jagung yang dipanen.

Pertumbuhan yang sudah diantisipasi itu terutama didorong dari diversifikasi yang dilakukan pemerintah untuk mencapai target kecukupan mandiri. “Juga karena bertambahnya lahan yang ditanami,” ujarnya.

Impor padi pada musim 20013-2014 turun menjadi 9,4 juta ton dari sebelumnya 9,8 juta ton. Harga untuk beras berkualitas menengah domestik mengalami kenaikan, lalu kembali turun pada bulan berikutnya. Bulan lalu harganya 3,2 persen lebih tinggi ketimbang tahun lalu. “Keamanan pangan di negara ini sebagian besar stabil, kecuali di daerah timur,” demikian diungkapkan FAO.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Marak Tawuran, DKI dan Tokoh Masyarakat Segera Cari Solusi Jangka Panjang

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*