Indonesia Hadapi Ancaman Penyakit Akibat Gaya Hidup

(Analisa/amirul khair) BERIKAN CENDERAMATA: Direktur PT PP Lonsum Indonesia Tbk Joefly Joesoef Bahroeny (kanan) memberikan cenderamata kepada wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars pada peringatan HKN ke-50 dipusatkan di Kebun Seimerah, tanjungmorawa, yang berlangsung meriah.

Tanjungmorawa, Momentum Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-50 merupakan kesempatan untuk mengingat tantangan baru bagi Indonesia berupa ancaman penyakit akibat perubahan gaya hidup (life style) selain pertumbuhan penyakit tidak menular.

Ancaman penyakit akibat perubahan gaya hidup menjadi salah satu indikator kematian mencapai 59 persen yang membutuhkan biaya pengobatan sangat besar.

Demikian disampaikan  Direktur PT PP London Sumatra (Lonsum) Indonesia (Tbk) Joefly Joesoef Bahroeny mewakili jajaran direksi dan Group Indofood pada peringatan HKN ke-50 yang berlangsung meriah dipusatkan di lapangan bolakaki Kebun Seimerah, Desa Seimerah, Kecamatan Tanjungmorawa, deliserdang, Sabtu (15/11).

Merujuk data tahun 2010, kematian di Indonesia sebanyak 59 persennya disebabkan penyakit tidak menular seperti, stroke, kanker, diabetes, gagal ginjal, penyakit jantung dan AIDS yang seluruhnya bisa dicegah melalui gaya hidup sehat.

Kesehatan sangat erat kaitannya dengan kecukupan serta pemenuhan gizi. Masalah kurang gizi telah dinyatakan sebagai masalah utama kesehatan dunia dan sangat erat pula kaitannya dengan kematian juga penyakit disebabkan gizi buruk.

“Gizi yang kurang mengakibatkan terpengaruhnya perkembagan mental, perkembangan jasmani dan produktivitas manusia, karena semua itu memengaruhi potensi ekonomi manusia” tandasnya.

Lebih lanjut urai Joefly, berdasarkan data statistik kesehatan Departemen Kesehatan (Depkes) RI 2005, dari sekira 240 juta penduduk Indonesia, enam persen atau 14,5 juta orang menderita gizi buruk umumnya diderita anak-anak di bawah usia 5 tahun (Balita).

Baca Juga :  Jokowi Akan Paksa Gedung di Jakarta Munculkan Karakter Indonesia

Selain itu, golongan ibu hamil (Bumil) juta menyita perhatian khusus dalam kesehatan di Indonesia terutama anemia akibat kekurangan zat besi. Hasil survei kesehatan rumahtangga (SKRT) di Indonesia, secara nasional prevelensi anemia bumil cukup tinggi mencapai 50,9 persen.

Bila mengacu kriteria World Health Organization (WHO), prevelensi dalam suatu populasi di atas 40 persen merupakan kriteria gawat (severe), antara 10-39,9 persen kriteria sedang (Moderate) dan ringan (mild) bila di bawah 10 persen.

Karena itulah ungkap Joefly, seluruh Group Indofood memanfaatkan momentum HKN ke-50 melakukan kemitraan dipusatkan di Kebun Seimerah bertujuan memenuhi kebutuhan gizi para bumil, bayi dan balita guna mewujudkan Indonesia sehat.

“Sesuai tema “Sehat bangsaku, sehat negeriku”, acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi” jelasnya.

Belum Memadai

Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars dalam kesempatan itu memaparkan, kesehatan merupakan masalah menyangkut kebutuhan kehidupan masyarakat luas dalam upaya meningkatkan kualitas derajat kesehatan masyarakat dan tanggung jawab menyiapkan keluarga sehat, cerdas dan terampil.

Pembangunan sektor kesehatan masih dihadapkan berbagai masalah di antaranya penyediaan sarana dan prasarana secara merata disamping perbaikan pelayanan kesehatan yang harus terus-menerus dapat dikembangtingkatkan.

Untuk Deliserdang, Zainuddin mengakui jumlah sarana dan parasaran kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit umum yang tersedia baik pemerintah maupun swasta relatif belum memadai menampung kebutuhan masyarakat daerah itu sejumlah 2 juta jiwa lebih.

Baca Juga :  Permudah Akses ke Danau Toba, Tol Tebing Tinggi-Parapat Segera Dibangun

“Karenanya, peningkatan puskesmas pembantu menjadi puskesmas rawat inap di Kabupaten Deliserdang saat ini telah menjadi salah satu kebijakan yang akan terus dilakukan guna mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat” tandasnya.

Peringatan HKN ke-50 dimeriahkan dengan berbagai kegiatan diawali jalan santai bersama, penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), demo masak makanan sehat, donor darah, pemeriksaan kesehatan dan penyerahan fasilitas Unit Kesehatan Sekolah (UKS) kepada 12 sekolah di sekitar Kebun Seimerah.

Turut hadir dalam acara itu Kapolres Deliserdang AKBP M Edi Faryadi SH SIK MH, Dandim 0204/DS Letkol Inf Hanryan Indrawira S Sos, Kadis Kesehatan dr Aida Harahap, Kadis Dikpora Hj Saadah Lubis, Camat Tanjung Morawan faisal Arif nasution dan seribuan masyarakat. (ak)

/(Analisa)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*