Indonesia harus contek cara Jepang dan Korsel cetak wirausaha

Indonesia sampai sekarang masih kekurangan wirausahawan. Akan tetapi, untuk mencetak sebanyak mungkin pengusaha dalam waktu singkat nyaris mustahil.

Wakil Rektor Universitas Indonesia Bambang Wibawarta menjelaskan, salah satu acuan pendidikan wirausaha yang bagus adalah Jepang. Sejak ratusan tahun lalu, institusi pendidikan dan masyarakat bahu-membahu menanamkan pemahaman mengenai kemandirian.

“Makanya di Jepang itu tidak sulit kita menemukan perusahaan yang sudah berdiri ratusan tahun. Pabrik kue saja di sana sudah 250 tahun. Jadi transisi itu berjalan sangat panjang dengan mindset yang sama terus dipelihara,” ujarnya dalam seminar wirausaha di kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Sabtu (12/7).

Dalam cara yang berbeda, Korea Selatan kini juga sedang mengejar capaian negara-negara maju. Salah satunya, dengan memperbanyak pengiriman pelajar ke negara lain. Ini langkah yang dulu dilakukan Jepang.

Bahkan, Bambang mengingatkan bahwa untuk negara menengah ke atas, Korsel tidak segan belajar ke negara berkembang. Sebab, diharapkan pada masa mendatang, pengetahuan mengenai kebudayaan negara lain bisa membantu perusahaan di sana memasuki pasar.

“Di UI itu setiap tahun ada 600 orang Korea belajar di sana. Semua yang ada di Indonesia dicatat semua sama mereka dan dilaporkan ke pemerintahnya. Jadi saat perusahaan Korea yang masuk ke sini, itu akan dapat secara cepat berkembang,” ungkap Bambang.

Selain pendidikan sejak dini yang mendukung dunia usaha, Bambang menilai reformasi struktural diperlukan buat memperbanyak wirausahawan. Perizinan ala Korea Selatan diyakininya bisa mengatasi hal tersebut.

Baca Juga :  Indomie Dirazia Taiwan, Bantah Indomie Korban Persaingan

“Di Korea itu menerapkan izin usaha tunggal, tidak memerlukan berbagai tahapan dari lembaga pemerintah,” tandasnya.

Mengacu data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, jumlah wirausahawan di Indonesia masih minim. Sebab, baru mencapai 1,56 persen dari total populasi.

Bank Indonesia pun mencatat tingkat kewirausahaan Indonesia masih kalah dari negara-negara di kawasan. Jumlah pelaku usaha mandiri di Malaysia, Thailand, dan Singapura, melampaui 4 persen dari keseluruhan populasi.

(merdeka.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*