Indonesia-Malaysia Semakin Memanas

Digempur demo terus-menerus, pemerintah Malaysia pun meradang. Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Anifah Aman kemarin mengancam akan mengeluarkan imbauan agar warganya menunda dulu rencana berkunjung ke Indonesia (travel advisory) jika situasinya terus memburuk. “Ini sudah di luar batas kesabaran,” ujar Menteri Anifah seperti dikutip The Star kemarin.

Ia merasa tindakan para demonstran melemparkan kotoran manusia di kantor Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta dan ancaman terhadap warga Malaysia di Indonesia sudah berlebihan. “Kami mesti menjaga integritas negara kami. Kami tahu di mana titik kesabaran kami,” katanya soal protes yang bermula dari penangkapan tiga pegawai maritim Indonesia itu.

Anifah meminta pihak berwenang di Indonesia mengantisipasi tindakan tak elok tersebut dan mendesak agar penjagaan keamanan di Kedubes Malaysia ditingkatkan. “Semacam blokade sehingga barang-barang yang dilempar tidak sampai ke gedung Kedutaan,” katanya.

Sekretaris Pers Perdana Menteri Malaysia, Tengku Sharifuddin Tengku Ahmad, mengatakan travel advisory itu dikeluarkan semata demi melindungi warganya. “Itu baru advisory, belum warning. Masih sebatas nasihat (imbauan), belum peringatan,” ujarnya kepada Tempo.

Kementerian Luar Negeri Indonesia menganggap travel advisory yang dikeluarkan pemerintah Malaysia lebih ditujukan dalam konteks domestik Malaysia. “Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Malaysia soal itu. Kami belum bisa mengomentari,” kata juru bicara Kementerian, Teuku Faizasyah, tadi malam.

Baca Juga :  Bandar Togel Di Palas Beromzet Puluhan Juta Diciduk

Faizasyah mengimbau semua unsur masyarakat ikut bertanggung jawab meredakan ketegangan yang terjadi antara Malaysia dan Indonesia.

Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan penangkapan tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan oleh polisi Malaysia pada 13 Agustus lalu akibat kesalahpahaman soal koordinat di antara kedua negara. “Malaysia juga mengklaim penangkapan itu ada di wilayahnya,” ujarnya dalam rapat kerja di ruang rapat Komisi Pertahanan.

Karena itu, kata Menteri Marty, pemerintah akan membentuk tim khusus yang akan berfokus menangani masalah perbatasan dengan Malaysia dan masalah para warga Indonesia yang terancam hukuman mati di Malaysia.”Presiden menyetujui agar dibentuk tim terpadu,” ujarnya.

Menanggapi reaksi keras pemerintah Malaysia, anggota Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat, Lily Wahid, meminta pemerintah tidak lemah dalam menghadapi tingkah polah Malaysia. Ia mendesak pemerintah tak terjebak pada kebijakan zero enemy. “Zero enemy million friends itu impian,” katanya.

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2010/08/27/brk,20100827-274364,id.html?page=2

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*