Indonesia Mengharapkan Kehadiran “I Pop”

Super Junior (SuJu) tampil dalam konser SMTown Live World Tour III di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (22/9/2012). Konser SMTown Live World Tour III didukung oleh boyband dan girlband Korea Selatan seperti Kangta, Boa, Tvxq, Girls’ Generation, Shinee, f(x), dan Exo.

SEOUL, KOMPAS.com — Kemajuan Jepang dan Korea dalam industri kreatif patut menjadi teladan Indonesia. Paling tidak dalam hal bagaimana mereka membangun kemajuan itu dari awal hingga kemudian menikmati hasilnya seperti sekarang.

Berangkat dari hal itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengadakan kunjungan kerja di Jepang dan Korea sejak pekan lalu hingga kini masih berjalan.

“Saya belajar banyak dari Jepang dan Korea. Setelah menemui pemerintah setempat dan pelaku industri kreatif, banyak inspirasi dari sana. Indonesia dan dua negara saling berkepentingan. Mereka sedang mencari tempat untuk produksi dan pemasaran produknya, sementara Indonesia perlu belajar dari cara mereka membangun industri ini,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Selasa (25/9/2012) di Seoul, seperti dilaporkan wartawan Kompas Andy Riza Hidayat.

Melihat potensi dan peluang kerja sama Indonesia dengan dua negara itu, Mari yakin dalam waktu dekat akan muncul “I Pop” sebagaimana gelombang “K Pop” menyebar ke seluruh dunia dari Korea.

Para kreator Indonesia memiliki kemampuan yang besar untuk membangun I Pop. Hanya saja, hal itu perlu sinergi antara pemerintah dan pelaku industri kreatif lain dalam skala yang lebih luas. “Proses di Jepang dan Korea tidak berjalan dalam waktu singkat, tetapi memerlukan waktu bertahun-tahun,” ujar Mari.

Baca Juga :  Satpol PP Paksa Sepasang Pelajar SMP Beradegan Seks

Pada tahap awal, selain turut bekerja dalam industri kreatif Jepang dan Korea, Mari berharap akan ada kerja sama yang lebih jauh.

I Pop berbasis apa yang bisa hadir di Indonesia? Mari mengaku banyak potensi yang bisa muncul, seperti musik dan industri animasi. “Potensi sudah ada, di dalam negeri saja sudah menjadi pasar yang besar. Lebih baik saat ini kita semua belajar dan melakukan yang terbaik, soal go global, itu tahap berikutnya,” kata Mari.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. ya, itu tujuan yang baik. Namun, ada beberapa ipop yang *mencontek /memplagiat* hasil karya (girlband / boyband)Korea dan Jepang(seperti MV, Song, Performance, bahkan style-nya). Itu sekarang malah menjadi masalah bg Indonesia, Indonesia menjadi negara yang di cap plagiat. Sy tdk bermaksud menjelek-jelekkan ipop, hanya mengingatkan saja..kalau mencontek itu menunjukkan” tdk percaya diri.”
    Semoga ipop lebih baik lagi(tidak memplagiat hasil karya negara lain). Sy juga cukup bangga melihat ipop yang sukses. Seperrti Agnes Monica, menurut sy Agnes mempunyai kreatifitas, dan pastinya percaya diri. Sy yakin ipop bisa lebih tenar kalau kreatifitasnya ditingkatkan lagi, dan percaya diri. ^^ -exotic-

  2. semoga I Pop bisa setenar K-Pop dan semoga bukan sekedar plagiat seni musik yang sering terjadi. kemarin meihat ulasan tentang konser SMTOwn INa di FB KTO Indonesia membuat saya merasa ingin sekali artis Indonesia bisa sebooming artis K-Pop ^^

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*