Industri Konveksi Tapsel Masih Kekurangan Tenaga Terampil

BUPATI Syahrul M Pasaribu bersama Kadis Perindagkop Tapsel sedang menyimak penjelasan pemilik industri konveksi mengenai proses kerja mesin bordir, Senin (4/8) di Istana Hasadaon, Sialang. (Samman Pohan/Metro Tabagsel)

TAPSEL – Di hari pertama masuk kerja kemarin, Bupati Tapsel bersama rombongan meninjau industri konveksi dan bordir PD Bumi Angkola Jaya di Desa Sialang, Kecamatan Sayurmatinggi, Tapsel. Industri konveksi Tapsel itu saat ini sudah menembus wilayah pemasaran ke beberapa daerah di Sumatera Utara.

Industri konveksi yang berdiri pada bulan Agustus tahun 2013 tersebut masih mengalami kekurangan tenaga terampil dan permintaan barang yang mencapai puluhan juta rupiah per bulan.

Pada kegiatan itu, Bupati Syahrul M Pasaribu menyatakan dukungannya atas pengembangan industri konveksi tersebut, dengan niat mensinergikannya dengan program jurusan di Sekolah Menengaah Kejuruan (SMK) di Tapsel.

Ia juga menginginkan agar industri-industri di daerahnya bisa berkembang pesat, sehingga daerah lain bisa menunjang pertumbuhan ekonomi di Tapsel. “Karena tenaga terampil yang kurang, makanya kita berniat mensinergikannya dengan peningkatan jurusan keterampilan di bidang tata busana di SMK.

Nantinya, kita jadikan industri ini sebagai wadah magang bagi siwa-siswi, walaupun hanya tiga bulan. Tetapi ini kan sistem revolving, secara bergantian, selesai yang satu datang lagi yang satu,” katanya saat melihat proses sistem produksi industri tersebut.

Sebelumnya, pemilik PD Bumi Angkola Jaya Edison Rambe SE mengatakan, saat ini usahanya memiliki kendala pada tenaga termpil yang bekerja di industrinya.

Baca Juga :  Tersangka Korupsi PS Merasa Dizholimi

“Tenaga terampil saat ini masih kurang, sementara permintaan pada barang produksi kita sudah mulai meningkat. Siapa saja orang daerah kita, khususnya di Sayurmatinggi dan Batang Angkola yang hendak bekerja, pasti kita terima. Saat ini tenaga terampil kita masih 30 orang dan kita saat ini masih mengambil tenaga terampil dari SMK,” terang pemilik yang merupakan pangeran dari Isatna Hasadaon tersebut.

Kadisperindagkop Tapsel Awaluddin Sibarani, juga mengharap hal yang sama, yakni peningkatan dan kualitas yang tidak kalah saing. Dirinya juga mengharapkan industri konveksi lokal bisa menembus pasar internasional. (mag-01)

/METROSIANTAR.com,

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*