Industri Music Jazz Indonesia Meroket dan Sangat Di Hormati Internasional

Sejumlah musisi Jazz kenamaan Indonesia, Idang Rasjidi (kiri), Ireng Maulana (tengah) dan Benny Mustafa (kanan) berbicara perihal penyelenggaraan JakJazz dalam konfrensi jelang perhelatan Djarum Super Mild JakJazz 2012 di Jakarta, Kamis (18/10). ANTARA/Teresia May

TEMPO.CO, Jakarta – Musikus jazz senior Indonesia, Idang Rasjidi, mengatakan, pertumbuhan industri musik jazz Tanah Air cukup tinggi dan bagus. “Industri jazz kita sudah mulai naik. Negara lain saja sudah mulai menghormati kita,” katanya ketika ditemui di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis, 18 Oktober 2012.

Idang bahkan menilai peringkat musik jazz Indonesia itu berada di posisi paling atas dunia. Dengan demikian, daerah-daerah seperti Amerika Serikat, yang awalnya menganggap remeh Indonesia, justru berbalik arah. “Amerika sekarang ngelihat kita ke atas,” katanya.

Beberapa faktor yang menandakan meroketnya industri musik jazz adalah sebagai berikut. Salah satunya adalah semakin banyaknya festival jazz yang diselenggarakan di Tanah Air. Berbagai festival jazz ini dapat berada dalam tingkat lokal maupun internasional. Beberapa di antaranya JakJazz, Java Jazz, dan Soulnation.

Selain dari festival-festival yang sering diadakan di Indonesia, keunggulan dan perkembangan industri musik jazz ini juga terlihat dari regenerasi para musikusnya. Idang mengatakan, regenerasi muda jazz Indonesia hebat. “Hebat sekali. Mungkin salah satu regenerasi paling hebat di dunia,” katanya. Ia mengatakan, saat ini sudah banyak bibit-bibit baru musikus jazz yang akan berhasil pada hari-hari mendatang. Idang sendiri menilai regenerasi musikus jazz di sini adalah regenerasi yang subur.

Baca Juga :  Jackie Chan Malu dan Minta Maaf

Lalu, bukti lain berkembang pesatnya musik ini adalah banyaknya musikus asing yang ngebet ingin tampil di Indonesia. Idang sempat bertemu beberapa musikus asing itu. Salah satunya adalah David Benoit dan Michael Paulo. Keduanya adalah musikus jazz asal Amerika Serikat yang beberapa waktu lalu menggelar konser di Yogyakarta. Menurut Idang, keduanya ingin sekali lagi tampil di Indonesia. “Paulo sempat bilang ke saya, ”Saya bangga sekali kalau tampil di Indonesia”,” kata Idang menirukan Paulo.

Selain Benoit dan Paulo, kata Idang, musikus-musikus lain yang ia temui ketika berkeliling dunia juga mengatakan hal yang sama. Mereka sangat ingin tampil di Tanah Air kita. Semua menunggu undangan dari Indonesia.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*