Inflasi di Sumut mulai turun

WASPADA ONLINE

MEDAN – Inflasi di Sumatera Utara pada Februari 2010 menurun menjadi hanya 0,27 persen setelah Januari sempat cukup besar atau mencapai 1,40 persen.

“Pada Februari masih inflasi, tetapi jauh lebih rendah dari Januari dan inflasi pada Februari dipicu peningkatan harga bahan kebutuhan pokok,” kata kepala BPS Sumut, Alimuddin Sidabalok, di Medan, malam ini.

Harga telur ayam ras misalnya naik sebesar 13,92 persen, disusul harga beras yang meningkat 0,96 persen, cabai merah 1,96 persen dan termasuk harga bahan bakar rumah tangga naik 1,94 persen.

Tetapi meski inflasi di Februari turun, secara kumulatif, inflasi Sumut cukup tinggi yakni 1,68 persen. “Peningkatan itu harus diwaspadai, apalagi dalam dua bulan saja inflasi sudah cukup tinggi,” katanya.

Inflasi yang tinggi itu juga semakin perlu disikapi mengingat  pemerintah daerah menargetkan tahun ini inflasi di kisaran lima atau enam persen.

Dijelaskan, inflasi di Sumut terjadi pada tiga kota indeks harga konsumen (IHK) yakni Medan sebesar 0,29 persen, Pematang Siantar 0,38 persen dan Sibolga 0,43 persen.

Hanya Padang Sidempuan yang mengalami deflasi sebesar 0,43 persen.

“Inflasi di Sumut memang tidak terlalu mengejutkan karena dari 16 kota IHK di Pulau Sumatera, 12 kota mengalami inflasi dimana tertinggi terjadi di Tanjung Pinang sebesar 0,64 persen dan terendah di Banda Aceh 0,07 persen,” katanya.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  UMK Palas 2017 Ditetapkan Rp 2,14 Juta

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*