Inflasi di Sumut Sulit Dikendalikan

Tim Pengendalian Inflasi Daerah Sumatera Utara harus berupaya lebih keras mengendalikan inflasi di daerah pada tahun ini agar mencapai target sebesar 5,5 plus minus 1 persen, menyusul melambungnya inflasi di Sumut 2010 mencapai 8%.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah Sumatera Utara (TPID Sumut) Nasser Asroft menegaskan  langkah tim pengendali inflasi tahun ini untuk menurunkan tingkat inflasi di Sumut berat mengingat sulitnya mengendalikan faktor penyebab tingginya inflasi pada tahun lalu.

“Harga beras dapat dikendalikan dengan melaksanakan operasi pasar murah, sedangkan mengendalikan harga cabai sulit karena ditetapkan oleh berbagai faktor. Cuaca yang tidak menentu membuat harga cabai melambung. Ini diluar kendali Bank Indonesia,” ujarnya.

Menurut Nasser, Pimpinan Wilayah BI Sumut dan Aceh, tahun lalu inflasi di Sumut melejit karena kontribusi harga cabai yang begitu besar. BI, jelasnya, hanya mengendalikan inflasi dari sisi moneter melalui jumlah uang beredar secara nasional. Kalau secara lokal, melalui supervisi lewat TPID Sumut.

“Tidak banyak yang BI bisa lakukan untuk menekan laju inflasi tahun lalu di daerah ini karena ranahnya berada di sektor fiskal atau pemerintah daerah,” tuturnya.

Namun demikian, lanjutnya, BI akan berupaya melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah (provinsi, kabupaten, dan kota) untuk melakukan upaya menekan inflasi pada tahun ini di sekitat 5 plus minus 1 persen.

Sementara itu, Asisten Perekonomian Pemprov Sumut Djaili Azwar, Wakil Ketua TPID Sumut, menegaskan  jika pada 2009 inflasi di Sumut hanya 2,69%, pada 2010 meningkat 8%. Hal ini diluar perkiraan karena harga cabai yang selama ini menyumbang inflasi relatif rendah dan kurang diperhatikan. (esu) – (bisnis.com)

Baca Juga :  Korupsi Humas, Kejari harus serius

?

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*