Inflasi Kota P. Sidimpuan 3,55 Persen

Padangsidimpuan, (Analisa). Tingkat inflasi Kota Padangsidimpuan tahun 2012 sebesar 3,55 persen (yoy) lebih rendah bila dibandingkan dengan provinsi Sumatera Utara (Sumut) 3,86 persen dan nasional 4,30 persen.
Demikian disampaikan Kepala Bank Indonesia (BI) Sibolga Yiyok T Herlambang dalam pertemuan (high level meeting) Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota P. Sidimpuan (TPID) diaula kantor Walikota P. Sidimpuan, Selasa (26/2).

Dirincikannya, kelompok volatile food inflasi sebesar 2,14 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata historikalnya yaitu 2.26 persen.

“Sub kelompok volatile food yang memberikan kontribusi inflasi tertinggi adalah sub kelompok ikan segar 7.19 persen, daging dan hasilnya 1.64 persen serta sub bumbu-bumbuan 0,30 persen,” ujarnya.

Dijelaskan, sub kelompok inti yang mengalami inflasi adalah sub kelompok ikan diawetkan 0.68 persen, kelompok barang pribadi dan sandang lain 0.05 persen.

“Untuk sub kelompok inti yang mengalami deflasi adalah obat-obatan 1,61 persen, sandang wanita 0,05 persen serta komunikasi dan pengiriman 1,34 persen,” terangnya.

Lebih lanjut Herlambang mengatakan, jika dilihat dari inflasi tahunan, kelompok administered princes mengalami inflasi 1.60 yoy turun jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya 2.45 persen.

Inflasi kelompok adminstered princes pada bulan Desember 2012 sebesar 0.11 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata historikal inflasi 3 tahun terakhir 0,7 persen (mtm).

“Sub kelompok volatile food merupakan penyumbang utama inflasi/deflasi di Kota P. Sidimpuan tahun 2012,” katanya.

Herlambang mengatakan, upaya pengendalian harga yang dilakukan BI berkordinasi dengan Pemko P. Sidimpuan serta seluruh instansi terkait melalui wadah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) relatif berhasil menjaga inflasi kota ini pada 2012.

Baca Juga :  Calon Sekda Madina Sebaiknya Ditunda

Beberapa kegiatan dan upaya yang telah dilaksanakan/dikordinasikan secara bersama-sama adalah melaksanakan pertemuan High Level Meeting TPID Kota P. Sidimpuan dan melaksanakan koordinasi dengan kantor perwakilan BI Sibolga serta menyarankan Pemko P. Sidimpuan untuk meningkatkan koordinasi antar instansi atau lembaga.

“Upaya itulah yang kita lakukan dalam mengendalikan atau menstabilkan inflasi di kota P. Sidimpuan,” terangnya.

Dalam hal perkembangan indikator perbankan kata Herlambang, menunjukkan peningkatan baik dari total aset, penghipunan dana maupun penyaluran, sedangkan penyaluran kredit semakin dominan kepada kredit produktif (modal kerja+investasi).

Disebutkan, untuk pertumbuhan ekononomi, Kota P. Sidimpuan mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya.

“TPT di Kota P. Sidimpuan masih lebih rendah bila dibandingkan kota Sibolga karena didukung tersedianya lahan pertanian dan perkebunan untuk penyerapan tenaga kerja,” katanya.

Sementara untuk hal kesejahteraan katanya, persentase penduduk miskin Kota P. Sidimpuan pada tahun 2010 sebesar 10,53 persen meningkat dibandingkan tahun sebelumnya 9, 77 persen.

“Tingkat persentase, penduduk miskin kota P. Sidimpuan lebih rendah bila dibandingkan dengan rata-rata persentase penduduk miskin provinsi Sumut sebesar 11.31 persen,” terangnya sembari menyebut untuk PDRB perkapita Kota P. Sidimpuan tahun 2011 Rp 11,91 juta naik dibandingkan tahun sebelumnya Rp 10,93 juta meski masih lebih dari provinsi Sumut yang mencapai Rp 23,97 juta.

Ditambahkan, isu strategis yang harus dilakukan adalah pembuatan ketahanan pangan daerah konteks UU no 18 tahun 2012, implentasi kenaikan UMP 2013 dan impliaksi bagi ekonomi daerah. Arah kebijakan energi 2013 serta penguatan kerjasama daerah.

Baca Juga :  2 siswa Tapsel ikut UN susulan, 28 lagi DO

Sementara Walikota P. Sidimpuan Andar Amin Harahap SSTP dalam sambutannya mengungkapkan, apresiasi tinggi atas terselenggaranya pertemuan (high level meeting) TPID tersebut.

“Kegiatan seperti ini sangat berguna dalam mewujudkan kota P. Sidimpuan yang sehat, maju dan sejahtera,” katanya.

Turut sebagai pembicara mewakili BPS Kota P. Sidimpuan Tomy Harianto dengan moderator asisten II Pemko P. Sidimpuan Dr Ali Pada Harahap dengan peserta para pimpin Bank sekota P. Sidimpuan, tim TPID, asisten, BPS, BI serta sejumlah SKPD Pemko P. Sidimpuan.

Usai menggelar pertemuan, Kepala BI Sibolga dengan para pimpinan Bank melakukan kunjungan kesejumlah tempat kerajinan dan perkebunan di Sipirok Kabupaten Tapsel. (hih)

Analisadaily.com
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*