Ini Dia Fitur-fitur Andalan Galaxy S5

KOMPAS.com – Sebagian penggemar gadget yang menanti kehadiran Galaxy S5 dibuat kecewa dengan perangkat itu. Pasalnya, smartphone papan atas dari Samsung ini mengusung desain yang kurang lebih serupa dengan seri sebelumnya, Galaxy S4.

Belum lagi tubuh Galaxy S5 pun tak terbalut cangkang metal seperti yang sempat dirumorkan sebelumnya, melainkan tetap dengan plastik karbonat.

Namun, di balik bentuk yang mulai membosankan itu, Samsung sebenarnya telah menerapkan sejumlah perubahan besar dan menanamkan fitur-fitur baru.

Berbeda dengan Galaxy S4 yang terkesan gimmicky dengan fitur-fitur yang kegunaannya dipertanyakan, rangkaian fitur pada Galaxy S5 lebih fungsional dan terkesan benar-benar bisa bermanfaat.

Nah, apa saja yang ditanamkan produsen elektronik Korea Selatan itu pada andalan barunya? Ikuti daftar singkat berikut ini.

 

1. Pendeteksi denyut nadi

Galaxy S4 mendeteksi detak jantung lewat jari pengguna dan menampilkan hasilnya lewat aplikasi S-Health (kanan)

Samsung memberi penekanan khusus pada fungsi health monitoring Galaxy S5 melalui aplikasi S-Health 3. Untuk mendukung hal ini, ponsel tersebut turut dibekali dengan sensor pendeteksi detak jantung yang diletakkan di bagian belakang, persis di samping LED flash kamera.

Untuk menggunakannya, pengguna tinggal membuka aplikasi S-Health lalu menempatkan salah satu jari di sensor tersebut, yang akan mengeluarkan cahaya berwarna merah untuk menandai bahwa proses pendeteksian sedang berjalan.

 

Galaxy S5 bisa tersamung ke jam tangan pintar Galaxy Fit untuk fungsi health monitoring lebih jauh

Hasilnya bakal ditampilkan di layar aplikasi dalam satuan detak per menit (beat per minute/ bpm).
Galaxy S5 juga bisa tersambung dengan perangkat Galaxy Fit melalui aplikasi Gear Fit manager untuk melakukan health monitoring secara real time. Perangkat jam tangan pintar yang fungsinya mirip-mirip dengan Nike Fuel Band itu juga memiliki pedeteksi detak jantung sendiri dan bisa mengirimkan data ke Galaxy S5.

2. Pemindai sidik jari

Seperti iPhone 5S yang lebih dulu menerapkan fungsi serupa. Galaxy S5 pun datang dengan fingerprint scanner yang ditempatkan di tombol home.

Untuk melakukan input data sidik jari, pengguna harus menyapukan jari dari atas ke bawah (vertikal). Arah dan kecepatannya harus pas. Jika tidak, maka Galaxy S5 akan meminta proses pemindaian diulang kembali.

Pemindai sidik jari pada Galaxy S5 mengharuskan pengguna menyapukan jari secara vertikal

Mekanisme seperti ini agak berbeda dibandingkan pemindai TouchID pada iPhone 5S, di mana pengguna menekan tombol home dengan jari untuk melakukan identifikasi sidik jari. Meski begitu, setelah beberapa waktu membiasakan diri, scanner sidik jari pada Galaxy S5 dapat dipakai dengan mudah.

Baca Juga :  Cara Mudah Membuat File PDF

Pemindai sidik jari pada Galaxy S5 pun bukan hanya bisa dipakai untuk mengunci layar saja. Samsung telah bermitra dengan PayPal untuk belanja online dengan verifikasi lewat sidik jari, sehingga lebih aman.

Dengan SDK finger print scanner Galaxy S5 yang dirilis Samsung, ke depannya terbuka aneka skenario lain yang dimungkinkan oleh fasilitas pemindai sidik jari ini.

 

3. Mode hemat daya ultra
Dengan segala macam kemampuan yang dimiliki, smartphone masa kini cenderung boros daya, tak terkecuali Galaxy S5.

Ultra power saving mode pada Galaxy S5 mengubah layar menjadi hitam putih dan menawarkan penghematan daya luar biasa

Untuk mengatasi hal tersebut, Samsung menyertakan fitur baru yang cukup unik, yaitu ultra power saving mode.

Seperti namanya, mode ini bakal mengubah cara kerja ponsel secara ekstrim untuk menghemat daya sebanyak mungkin. Saking ekstrimnya, layar pun diubah menjadi hanya hitam putih.

Selain menurunkan frekuensi kerja prosesor, ketika mode ini dipilih pengguna, Galaxy S5 juga akan me-nonaktifkan koneksi data, wifi, dan lain-lain yang bisa memboroskan baterai

Ketika berada dalam ultra power saving mode, pengguna masih bisa melakukan panggilan telepon dan mengirim SMS yang memang menjadi prioritas utama mode hemat daya ini.

“Jadi, kalau baterai sudah menipis, paling tidak pengguna masih bisa melakukan dua hal tersebut,” ujar Product Marketing Manager Mobile Phone Business Samsung Indonesia Flegon Koen dalam acara media pre-briefing di Jakarta minggu lalu.

“Mode ini berguna untuk mereka yang harus senantiasa bisa dihubungi walaupun berada dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengisi baterai,” lanjut Flegon lagi.

Penghematan data yang dihasilkan ultra-low power saving mode terbilang luar biasa, dengan asumsi kalkulasi daya yang dilakukan Galaxy S5 memang akurat. Ponsel ini menyebutkan perkiraan waktu aktif di kisaran “9 hari” ketika indikator baterai berada di angka 72 persen.

4. Selective focus

Samsung turut merombak kamera pada Galaxy S5. Smartphone ini memiliki sensor 16 megapixel yang turut dibekali phase detect autofocus dan kemampuan merekam gambar high-dynamic range (HDR) secara real time, baik untuk foto maupun video. Ada pula fasilitas image stabilization untuk meredam “goyangan”.

Baca Juga :  Ini Daftar Layanan Internet yang Wajib Ganti "Password"

Namun, salah satu yang paling menarik mungkin adalah fitur selective focus yang memungkinkan pengguna memilih letak fokus pada salah satu area pada foto yang diambil.

Ketika terdapat dua obyek berbeda jarak dalam foto, misalnya, pengguna bisa menentukan apakah akan fokus pada obyek foreground atau background. Uniknya, pemilihan ini dilakukan setelah gambar diambil, bukan sebelumnya.

Fitur selective focus pada aplikasi kamera Galaxy S5 memungkinkn pengguna menetukan titik fokus d foreground (atas) atau background, serta menghasilkan efek depth-of-field

Selective focus diaktifkan melalui sebuah icon yang tersedia di antarmuka kamera. Pengguna harus mempertahankan framing dengan tak bergerak selama   beberapa detik selagi mengambil gambar dengan mode ini.

Jeda waktu yang lumayan terasa itu terbayar dengan hasil akhir berupa efek depth-of-field sempit (background/ foreground buram) yang terlihat indah, miip efek yang dihasilkan oleh kamera bersensor besar macam DSLR.

5. Anti air?

Fitur lainnya adalah penutup kedap air yang ditambahkan di beberapa bagian Galaxy S5, termasuk konektor USB dan segel karet di bagian dalam cover belakang. Tambahan ini melindungi Galaxy S5 dari air dan debu.

Galaxy S5 memiliki segel karet di sisi dalam cover belakang (paling kanan) untuk melindungi komponen elektronik dari air

Senior Product Marketing Manager Samsung Electronic Indonesia Febri Rusli menekankan bahwa Galaxy S5 adalah perangkat yang “tahan air” (water resistant), bukan “kedap air” (waterproof).

Galaxy S5 memiliki sertifikasi IP67 yang menyatakan bahwa perangkat yang bersangkutan bisa bertahan di air dengan kedalaman 1 meter selama 30 menit. Kendati demikian, smartphone ini tak dimaksudkan untuk dibawa ke dalam air.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*