Ini Dia Pedoman Teruji untuk Lawan Kegemukan

Inggris, Lembaga kesehatan dari Inggris, The National Institute for Health and Care Excellence (NICE) baru-baru ini mengeluarkan pedoman kesehatan baru. Pedoman tersebut dirancang agar masyarakat bisa mempertahankan berat badan yang sehat.

Direktur Pusat Kesehatan Publik di NICE, Profesor Mike Kelly mengatakan hal utama untuk mempertahankan berat sehat adalah menjaga energi yang masuk. Energi dari makanan dan minuman tidak boleh melebihi kebutuhan energi dari aktivitas sehari-hari.

Pedoman yang dibuat berisi sejumlah rekomendasi mengenai menjaga berat badan yang spesifik dan telah terbukti secara ilmiah. Saran-saran yang dibuat oleh NICE di antaranya:

– Berjalan atau bersepeda ke sekolah atau ke kantor
– Mengurangi waktu menonton TV menjadi maksimal dua jam sehari atau buat hari tanpa TV.
– Kurangi konsumsi makanan tinggi kalori seperti makanan yang digoreng, biskuit, makanan manis, dan keju tinggi lemak.
– Adopsi pola makan kaya akan sayur, buah, kacang-kacangan, gandum utuh, ikan, dan minyak zaitun
– Hindari minuman dengan pemanis di antaranya minuman bersoda, minuman olahraga, dan sirup.
– Batasi jumlah makanan cepat saji yang dikonsumsi
– Batasi konsumsi minuman beralkohol karena minuman tersebut merupakan sumber kalori ekstra

Selain pedoman yang telah disebutkan, NICE juga mendorong masyarakat untuk menjaga berat dan tingkat aktivitas masing-masing menggunakan aplikasi atau sesi olahraga umumnya.

Baca Juga :  Waspadai 8 Gejala Diabetes Melitus

“Kita semua tahu bahwa kita harus mengambil tangga bukannya lift, mengurangi waktu menonton TV, lalu makan lebih sehat dan minum sedikit alkohol. Tapi mungkin sulit bagi beberapa orang untuk menerima masukan saran,” kata Kelly seperti dikutip dari CNN, Rabu (24/9/2014).

Angka obesitas di Indonesia sendiri sudah termasuk tinggi. Menurut hasil riset dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) pada tahun 2014, Indonesia berada pada peringkat ke 10 negara dengan masyarakat obesitas terbanyak. IHME menggunakan data dari Riset Kesehatan Dasar 2007 dan 2010 dan hasil penelitiannya telah dipublikasikan di jurnal The Lancet.

/health.detik.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*