Ini Instruksi Kapolri Jelang Unjuk Rasa Jumat Siang

Jessi CarinaKapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memeriksa pasukan usai apel kesiapsiagaan pengamanan tahapan kampanye Pilkada serentak 2017 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2016). Plt Gubernur DKI Soemarsono (baju putih) juga ikut dalam apel itu.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memeriksa pasukan usai apel kesiapsiagaan pengamanan tahapan kampanye Pilkada serentak 2017 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2016). Plt Gubernur DKI Soemarsono (baju putih) juga ikut dalam apel itu.

Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavianmemberikan sejumlah instruksi kepada aparat kepolisian dalam pengamanan aksi unjuk rasa pada Jumat (4/11/2016) siang.

Unjuk rasa tersebut untuk mendesak proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dituduh menistakan agama.

Kapolri memerintahkan agar polisi melaksanakan tugas pengamanan dan melindungi pengunjuk rasa agar berlangsung tertib dan damai.

“Lindungi warga dari tindakan pelanggaran hukum,” ujar Tito dalam instruksinya.

Tito meminta agar polisi jangan sampai terprovokasi dan memprovokasi aksi anarkistis. Jangan sampai emosi terpancing sehingga melakukan tindakan paksa yang semestinya tidak perlu dilakukan.

Polisi diminta bersabar dalam menghadapi massa yang berunjuk rasa.

Selain itu, imbauan juga ditujukan kepada pendemo yang mulai beraksi usai shalat Jumat nanti.

Tito mengatakan, masyarakat berhak menyampaikan pendapatnya di muka umum dan bebas berekspresi. Namun, harus dilakukan dengan damai dan tetap dalam koridor hukum.

“Pegang teguh itu agar tidak mengganggu hak asasi warga lainnya, tidak mengganggu ketertiban umum, mengindahkan etika dan moral sebagai orang timur dan menjaga persatuan kesatuan bangsa,” kata Tito.

Baca Juga :  Jonan Dilantik Jadi Menteri ESDM, Arcandra Wakil Menteri ESDM

Sementara itu, kepada masyarakat lain yang tak ikut berdemo, Tito meminta agar tetap tenang.

Masyarakat diminta menghindari titik-titik demo agar terhindar dari kemacetan. Ia menekankan agar tidak mudah terprovokasi dengan seruan atau informasi yang belum jelas kebenarannya di media sosial.

“Jangan meng-upload dan men-share info medsos yang tidak jelas. Karena banyak info-info yang di-upload dan di-share yang tidak benar dan berbau provokatif,” kata Tito.


KOMPAS.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*