Ini Penjelasan JK Terkait Bailout Bank Century

Jakarta Mantan Wapres Jusuf Kalla memberi keterangan di depan Timwas Century DPR soal detik-detik bailout Bank Century. Ia mengaku tak dilibatkan dalam keputusan Bailout itu.

JK mengatakan baru mendapat laporan mengenai bailout itu setelah bailout dilakukan. Setelah itu, JK mendapat laporan bahwa Bank Century dirampok.

Berikut penjelasan JK di depan anggota Timwas di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/9/2012):
6 Oktober 2008

Rapat besar diadakan di Setneg. Rapat itu dihadiri oleh pengusaha, gubernur, menteri-menteri, dan pejabat bank, membahas blanket guarantee.

“Antara lain meminta blanket guarantee,” tutur JK.

9 Oktober 2008

Istana menggelar rapat yang melibatkan penegak hukum dan dipimpin Presiden yang disebut Antasari membahas antisipasi krisis ekonomi. JK tidak hadir karena tak diundang.

13 Oktober 2008

Menkeu, Menteri Perekonomian, Sekneg, dan Gubernur BI menghadap JK meminta persetujuan blanket guarantee. JK menolak.

“Saya tidak akan pernah setuju, karena hal inilah yang membangkrutkan negara pada ’98. Kesalahan bank harus ditanggung oleh rakyat,” ujar JK.

15 Oktober 2008

Pemerintah menerbitkan Perppu No 4 tahun 2008 yang memberikan kewenangan kepada Menkeu untuk memberikan dana talangan tak terbatas dan tak harus mempertanggungjawabkan keputusannya. JK merasa heran dengan Perppu itu.

“Bahkan kewenangan Menkeu ini di atas Presiden,” kata JK.

20 Oktober 2008

JK menggelar rapat di kantor Wapres. Saat itu Menkeu Sri Mulyani dan Gubernur BI Boediono melaporkan situasi ekonomi saat itu dalam keadaan aman. Namun menurut JK, dua jam kemudian Menkeu dan Gubernur BI menggelar konferensi pers dan mengatakan situasi ekonomi dalam keadaan tidak aman. Setelah itu, masih ada rapat-rapat yang tak melibatkan JK.

Baca Juga :  Balimau Makan Korban

“Mereka rapat malam-malam itu saya nggak tahu itu. Ini operasi senyap,” tandas JK.

13 November 2008

JK menjadi plt Presiden karena SBY melakukan lawatan ke luar negeri bersama rombongan yang termasuk di dalamnya Sri Mulyani. Lawatan itu direncanakan hingga tanggal 26 November 2008. Namun Sri Mulyani mendadak pulang ke tanah air sebelum masa lawatan usai.

25 November 2008

JK baru mendapat laporan jika bailout sudah diputuskan.

Selanjutnya JK juga mendapat laporan dari Gubernur BI saat itu, Boediono, bahwa Bank Century ‘dirampok’.

“Itu pengakuan Pak Boediono. Kata perampokan itu sebenarnya muncul dalam percakapan saya dengan Pak Boediono,” ujarnya.

Setelah itu JK mengeluarkan perintah untuk menangkap pemilik Bank Century, Robert Tantular.

“Saya langsung menelepon Kapolri untuk menangkap pemilik Bank Century. Saya meminta pejabat yang memiliki kewenangan tinggi, Kabareskrim,” kata JK.

30 November 2009

JK bertemu Sri Mulyani dan mendapat keterangan bahwa Sri Mulyani juga merasa tertipu oleh BI. JK menuturkan Sri Mulyani hanya tahu bahwa dana yang akan dikeluarkan adalah Rp 639 miliar, bukan Rp 6,7 triliun seperti yang terjadi.
(detik)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*