Ini penjelasan KPU terkait ‘leletnya’ rekapitulasi pemilu

[iklan size=’kiri’]Rapat Pleno Rekapitulasi Suara hasil Pemilu Legislatif yang digelar KPU lambat. Hal ini diakui sendiri oleh komisioner penyelenggara pemilu lantaran disebabkan beberapa faktor.

“Pertama rekap yang kesannya lambat, memang di hari pertama itu menentukan pola rekap, memang banyak perdebatan,” ujar Komisioner KPU Juri Ardiantoro di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (29/4).

Juri menegaskan, di hari pertama dan kedua penghitungan, baik saksi dari masing-masing parpol, Bawaslu dan KPU sedang menyamakan persepsi. Bagaimana mekanisme penghitungan dan beberapa hal lainnya.

Namun demikian, Juri menegaskan, untuk hari-hari selanjutnya, para saksi dari para peserta pemilu sudah mengetahui mekanisme kerja KPU.

“Sudah mulai kelihatan kesepahaman yang tidak perlu diperdebatkan, pada level substantif,” ujarnya.

Sejauh ini, KPU baru mengesahkan rekapitulasi hasil pemilu. Sejak Sabtu (26/4) kemarin komisi baru menetapkan dan mengesahkan 7 provinsi. Di antaranya; Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Gorontalo, Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Barat dan Bali.

Di sisi lain, KPU juga menunda penetapan di beberapa provinsi. Di antaranya; Provinsi Banten, Jawa Barat, Bengkulu, DKI Jakarta (untuk Dapil I, II, III), kemudian Provinsi Riau dan Lampung.

Merdeka.com –

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Alamak, Pendapatan Petani Hanya Rp 2.000

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*