Ini Resep Panjang Umur Manusia Tertua di Dunia Asal Sragen, Mbah Gotho 146 Tahun

Mbah Gotho salah satu manusia tertua di dunia asal Sragen (JIBI/Solopos/Dok)

Mbah Gotho salah satu manusia tertua di dunia asal Sragen (JIBI/Solopos/Dok) SRAGEN – Suparlan atau Sodimejo atau biasa dipanggil Mbah Gotho merupakan satu manusia tertua di dunia. Pria berusia 146 tahun ini berasal dari Dukuh Segeran RT 018/RW 008, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Sragen.

Mbah Gotho manusia tertua di dunia asal Sragen mengaku punya resep hidup sehingga usianya bisa mencapai nyaris satu setengah abad. Dia kini tinggal di rumah cucunya, Suryanto, 46, di Cemeng, Sambungmacan, Sragen.

Gotho memiliki empat istri resmi namun hanya memiliki tiga anak. Semua istri dan anaknya sudah mendahuluinya. Prinsip hidupnya sabar dan menerima apa adanya. Prinsip itulah yang membuat Gotho hidup lama.

Ia sangat suka dengan jamu daun pepaya. Ia mengeluh beberapa hari terakhir tak lagi dibelikan jamu itu oleh cucunya. “Sabar itu subur. Narima [menerima] itu bakal utama. Itu yang mestinya dipegang manusia sampai kiamat. Saya itu makan pahit, asin, pedas, manis ya saya terima. Jagat itu ada dua, yakni jagat [orang bebuat] baik dan jagat [orang berbuat] buruk,” ujarnya ketika ditemui Solopos.com, Sabtu (28/8/2016).

Ia beberapa kali menyebut kiamat sudah dekat. Ia menyampaikan pesan agar selalu ingat. “Beja-bejane wong lali luwih beja sing eling [untung-untungnya orang lupa lebih untung orang yang ingat],” katanya seperti piwulang yang disampaikan Ranggawarsita.

Baca Juga :  Kisah Kisah & Sejarah Bajak Laut

Suryanto menyampaikan kalau simbahnya pernah hanyut di sungai tetapi bisa selamat sendiri.

“Simbah itu suka mencari ikan di Sungai Bengawan Solo. Saya masih ingat, kendati sudah tua pun masih suka mencari ikan. Saat hanyut di sungai itu ya karena sering mencari ikan. Selain itu, dulu masih rajin mencakul ke sawah. Kadang juga bersih-bersih rumput. Sekarang hanya bisa duduk-duduk karena sudah lemah,” tuturnya.

Solopos.com,

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 2 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*