Ini Saran Buat Para Pesaing Apple

TEMPO.CO, California – Di depan publik, Steve Jobs merupakan tokoh utama di balik rangkaian produk Apple yang selalu menarik perhatian dunia.

Namun di balik bayang-bayang Jobs, terdapat banyak tangan handal yang menempa produk Apple. Salah satunya adalah Sir Jonathan Paul “Jony” Ive, Senior Vice President of Industrial Design Apple.

Ive dikenal irit bicara bila menyangkut soal pekerjaannya. Namun, dalam sebuah wawancara dengan media London, London Evening Standard, pria yang baru menerima gelar kebangsawanan Inggris ini akhirnya buka-bukaan.

Dalam wawancara itu, pria 45 tahun ini menjelaskan kekeliruan para kompetitor yang membuat mereka tidak bisa mengejar Apple hingga saat ini.

“Mayoritas kompetitor kami lebih tertarik untuk membuat sesuatu yang baru atau tampak baru. Menurutku itu adalah sesuatu yang salah. Sebuah produk harus lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya seperti dikutip dari London Evening Standard, Selasa, 13 Maret 2012.

Ive mengatakan bahwa menciptakan produk yang lebih baik merupakan target Apple. Bila tidak tercapai, Apple memilih tidak meneruskannya.

Pria yang disebut-sebut sebagai salah satu orang asal London paling berpengaruh ini mengaku Apple memiliki pengaruh besar pada hidupnya. Ia menyadari pentingnya keberadaan seorang desainer pada sebuah produk ketika pertama kali menggunakan Mac pada tahun 1980-an dan memiliki pengalaman buruk dengan komputer lain.

“Itu merupakan momen dramatis dan aku masih mengingatnya dengan jelas. Aku menyadari bahwa benar-benar ada orang yang telah membuat hal ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelaku Streaming Proses Bunuh Diri di Internet

Soal proses desain di Apple, Ive mengatakan bagian itu merupakan kesatuan antara desain, pembuatan prototipe, dan pembuatan produk itu sendiri. Ketiga hal ini tidak dapat dipisahkan karena berisiko dengan menurunnya kualitas produk.

Ive selalu menikmati proses mendesain produk Apple, sejak dari sebuah ide yang abstrak dan diskusi mengenai produk tersebut. Menurut dia, selalu terjadi perubahan drastis ketika produk mulai mewujud, bahkan pada sebuah model 3D yang masih kasar.

“Hal ini kemudian membangkitkan fokus banyak orang. Ini merupakan proses yang luar biasa,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa Apple merupakan perusahaan yang sangat memperhatikan detail kecil. “Memang sangat memakan waktu. Bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan pada sebuah detail kecil,” ujarnya.

Namun, ia membela diri dengan menyebutkan bahwa bila problem kecil ini tidak dapat diselesaikan, maka hal yang sama akan terjadi pada produk tersebut.

“Kadang kamu merasa bahwa masalah ini mustahil diselesaikan, namun kamu punya keyakinan. Inilah yang membuat inovasi merupakan hal yang berat karena tidak ada referensi untuk melakukannya,” ujarnya.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*