Ini Sebab 18 Penumpang Casa 212-200 Tewas

TEMPO Interaktif, Medan – Kematian seluruh penumpang beserta kru pesawat Casa 212-200 milik maskapai PT Nusantara Buana Air (PT NBA) yang jatuh di hutan Bahorok, Sumatera Utara, diduga akibat benturan keras.

“Dugaan sementara kematian seluruh penumpang akibat benturan keras saat pesawat jatuh. Apalagi kecepatan pesawat jenis Casa ini bisa mencapai 140 knot (setara 259 kilometer per jam),” kata Kepala Badan Search and Rescue (SAR) Nasional Marsekal Madya TNI Daryatmo di Medan, Sabtu, 1 Oktober 2011.

Namun begitu, ia meminta semua pihak untuk tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan penyebab tewasnya seluruh penumpang dan kru pesawat tersebut.

Karena untuk memastikan penyebab kematian, mereka masih perlu penyelidikan lebih lanjut dari pihak yang berkompeten dalam hal ini, yaitu Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan kondisi pesawat saat ditemukan dalam keadaan tidak terbakar, namun mengalami kerusakan di beberapa bagian.

Pesawat dengan register PK-TLF itu terbang dari Bandar Udara Polonia, Medan, tujuan Bandar Udara Alas Leuser Kutacane, Aceh Tenggara. Penerbangan pukul 07.00 pada Kamis dijadwalkan tiba di Kutacane pukul 08.03 WIB. Pesawar buatan PT Dirgantara Indonesia pada 1989 itu ditemukan pada ketinggian gunung sekitar 3.000 meter.

Casa 212-200 yang jatuh di Gunung Kapur, Kabupaten Langkat, ditemukan dalam kondisi ringsek. Pesawat milik maskapai PT Nusantara Buana Air, yang membawa 18 penumpang termasuk kru, itu belum dapat dievakuasi.

Baca Juga :  Uang Rupiah NKRI Desain Baru Resmi Di Luncurkan, Berikut Tampilan nya

ANT I RUDY

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*