Inilah Daftar “Musuh” Wikileaks

Dunia sedang dilanda perang data di dunia maya. Sekelompok peretas (hacker) yang mengklaim sebagai pendukung Wikileaks membuat sebuah operasi serangan balik bernama “Operation Payback”. Para peretas ini menyebut dirinya Hacktivists, mereka tergabung dalam kelompok “Anonymous.”

Dalam sebuah blog, operasi balasan ini berpesan: Kami melakukan kampanye damai untuk menjaga kebebasan berpendapat di Internet, untuk jurnalisme dan bagi para jurnalis juga bagi seluruh warga dunia.
Mereka telah melakukan aksi nyata dengan menyerang sejumlah situs. Berikut situs-situs yang mereka telah dan kemungkinan akan diserang.
1. Visa
Mereka membobardir situs layanan kartu kredit ini dengan  jumlah pengunjung. Menurut juru bicara Visa, situs ini mati karena tak mampu menampung banjirnya pengunjung. Sekitar 2.000 peretas ikut ambil bagian dalam serangan bagi situs ini.
2. PayPal
Situs “kasir” ini diserang pada Selasa lalu. Juru bicara PayPal mengaku mendapat tekanan dari pemerintah Amerika Serikat untuk menutup akun Wikileaks.
3. PostFinance
Bank adalah bank yang membekukan aset-aset pendiri Wikileaks, Julian Assange. Menurut sebuah laporan, situsnya tak berfungsi selama 24 jam.
4. Aklagare
Situs milik jaksa penuntut Swedia yang menangani kasus kekerasan seksual yang dituduhkan kepada Julian Assange. Sepanjang Selasa lalu rusak, namun keesokan harinya jalan kembali.
5. Amazon
Situs layanan jual beli yang juga menyewakan tempat untuk data ini belum diserang. Namun situs ini menjadi target potensial. Sebab, mereka memutus hubungan dengan Wikileaks.
6. EveryDNS
Perusahaan ini yang mengeluarkan domain Wikileaks.org. Mereka lah yang membunuh Wikileaks.org. Namun para peretas belum menyerang mereka.
7. Twitter dan Facebook
Akun Twitter dan Facebook milik para peretas dengan nama Anonymous dihentikan.  Mereka dianggap membahayakan Twitter dan Facebook. Mereka kemudian muncul lagi di Twitter dengan nama Anon_Operation. (tempointeraktif.com)
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Tekologi Terkini Mampu Gantikan Retina Mata Dengan Microchip

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*