Insiden PT Sorik Mas Mining – DPP IMA MADINA Kecam Arogansi dan Kebrutalan Polisi

PT Sorik Mas Mining (SMM) adalah perusahaan tambang emas dengan wilayah kontrak karya di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), persisnya di Kecamatan Kotanopan, Muara Sipongi dan Ulupungkut dengan area kontrak seluas 24.300 Ha. Sementara seluas 41.900 Ha yang lain terletak di Kecamatan Siabu, keberadaan Sorik Mas Mining sangat di tolak oleh masyarakat Madina karena di anggap merusak lingkungan. Aksi damai warga Huta Godang, Kec. Siabu untuk menolak eksplorasi PT. SORIK MAS MINING pada hari Minggu tanggal 29 mei 2011 sekitar pukul 10:30 Wib berahir dengan ricuh yang mengakibatkan tertembaknya salah satu warga perempuan, solatiah (17) di duga oleh oknum kepolisian.

Aksi brutal dan arogansi pihak kepolisian dalam pengamanan aksi tersebut sangat mencederai nilai-nilai demokrasi dalam hal penyampaian pendapat yang merupakan Hak asasi setiap warga Negara. Maka kami dari DPP IMA MADINA menyatakan sikap :

  1. Mengutuk dan mengecam aksi brutal dan arogansi kepolisian yang mengakibatkan tertembaknya salah satu warga dalam aksi tersebut.
  2. Meminta kepada DPRD SU dalam hal ini komisi D untuk membentuk Tim Investigasi atas kasus tersebut.
  3. Meminta kepada DPRD SU memerintahkan DPRD Madina untuk meninjau kembali keberadaan PT.SORIK MAS MINING di Kab.MADINA.
  4. Meminta kepada DPRD SU untuk tidak menutup mata dalam terjadinya insiden tertembaknya salah satu warga oleh oknum polisi dalam aksi tersebut.
  5. Mengajak seluruh lapisan masyarakat,Mahasiswa,LSM, dan ORMAS yang berada di Kab.MADINA dan Sumatera Utara untuk terus mengawal kasus tertembaknya salah satu warga yang di duga dilakukan oleh oknum kepolisian dalam aksi tersebut.
Baca Juga :  359 peserta KB baru di P. Sidimpuan pilih kondom

Demikian pernyataan sikap  ini kami sampaikan, semoga hukum dapat ditegakkan, dan apabila aksi kami ini tidak ditanggapi, maka kami akan menggelar aksi lebih besar lagi. (DPP IMA MADINA-email)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*