Investigasi Illegal Logging, Wartawan Dikeroyok

Paluta, Umar Rambe (35) wartawan media cetak terbitan Medan dikeroyok empat warga saat pulang ke kampung halamannya di Desa Sungai Datar, Kecamatan Dolok, Minggu (29/6) lalu sekitar pukul 16.30 WIB.

Diduga, para pelaku adalah pengurus anggota dari gabungan kelompok tani (gapoktan) yang tidak senang dengan dirinya akan sering memublikasikan organisasi Gapoktan.

Menurut keterangan dari Umar, ke empat pelaku pengroyokan itu dikenal baik olehnya dan merupakan anggota dari gabungan kelompok tani (Gapoktan). Dikatakan, kemungkinan besar ke empat oknum anggota Gapoktan tersebut merasa sakit hati karena ia sering mempublikasikan permasalahan terkait pembalakan liar yang terjadi di kawasan hutan Nahornop yang disinyalir pelakunya adalah kelompok tani (poktan) yang juga merupakan anggota salah satu Gapoktan.

Kejadian berawal ketika ia pulang ke kampungnya di Desa Sungai Datar, Kecamatan Dolok hari Minggu (29/6) lalu sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu ia melakukan investigasi ke lokasi hutan Nahornop yang berada tidak terlalu jauh dari kampungnya dan ditemani temannya Markan Siregar.

Namun saat ia dan temannya Markan Siregar hendak pulang dari lokasi, di tengah jalan sepeda motornya dihadang dua pelaku. Korban tidak mau berhenti dan terus melaju. Selanjutnya, sekitar tiga ratus meter dari penghadangan pertama, dua orang lainnya kembali menghadang kendaraannya dan langsung memukuli dan merampas kunci sepeda motor yang dikendarainya.

Baca Juga :  Bustanil Arifin Wafat di Usia 85 Tahun

Umar menambahkan, saat itu ia sempat melakukan perlawanan, tapi dua pelaku lainnya datang membantu pengeroyokan. Ia terpaksa melarikan diri karena tidak sanggup melawan empat pelaku.

Lanjutnya, selain dipukuli sepeda motor miliknya juga dirampas ke empat pelaku. Sepedamotor itu hingga saat ini tak kunjung dikembalikan. Dirinya juga mengaku kehilangan satu telepon seluler dan satu kamera yang juga dirampas pelaku.

Kejadian ini pun lantas dilaporkannya kepada Kepala Desa Sungai Datar, Kecamatan Dolok, Panggabean Harahap. Bukan pembelaan yang didapati Umar melainkan perkataan kasar dari kepala desa yang menyatakan bahwa dirinya wartawan yang tidak jelas, karena tidak melapor kepada kepala desa terlebih dahulu.

Penggiat Sosial dan Pers Paluta Ahmad Sayuti Siregar mengecam keras prilaku dari pelaku pengeroyokan ini yang diduga karena merasa sakit hati akibat dari pemberitaan terkait pembalakan liar di hutan Nahornop, Desa Sungai Datar, Kecamatan Dolok.

Ia juga mengutuk prilaku dari Kepala Desa Sungai Datar, Kecamatan Dolok Panggabean Harahap yang mengatakan Umar Senoaji Rambe bukanlah seorang wartawan.

Padahal, katanya, sebagai Kepala Desa Panggabean Harahap itu wajib melindungi warganya, sebab Umar juga merupakan warga Desa Sungai Datar.

Terpisah Camat Dolok Arismuda Dongoran saat dikonfirmasi terkait pemberitaan ini mengaku baru mengetahui kejadian ini. Untuk itu dirinya selaku Camat Dolok akan segera memanggil kepala desa tersebut untuk dimintai keterangan. (ong)/(Analisa).

Baca Juga :  Gerakan Mahasiswa Pelajar Padang Lawas (GMP3); Tangkap Pemilik Perusahaan Ilegal ..!
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*