Investor Asal Thailand Serius Berinvetasi Karet di Nias

(Analisa/karsani aulia polem) Walikota Gunungsitoli, Drs Martinus Lase, M.SP dan Bupati se Kepulauan Nias saat menerima cinderamata dari Duta Besar Thailand, Mr Thanatip Upatising usai menggelar diskusi dan saling tukar informasi yang serius yang berlangsung di Lantai III Kantor Bupati Nias Rabu, (14/9).

Gunungsitoli, (Analisa). Kunjungan Duta Besar Thailand bersama rombongan di Pulau Nias adalah untuk berinvestasi dalam bidang agribisnis karet semakin serius. Keseriusan kedua belah pihak tersebut terlihat dalam diskusi, dan saling tukar informasi antara oleh Pemerintah Kabupaten/Kota se Kepulaun Nias dengan investor asal Thailand, difasilitasi Duta Besar Thailand, Mr Thanatip Upatising di Lantai III Kantor Bupati Nias Rabu, (14/9).

Dalam diskusi yang berlangsung serius itu, pihak pemerintah se Kepulauan Nias dalam ekspos disampaikan Kepala Bappeda Kabupaten Nias, Ir Agustinus Zega menerangkan, komoditi karet merupakan komoditas unggulan Kepulauan Nias.

Sehingga sebahagian besar masyarakat Nias, atau 70 persen membudidayakan tanaman karet, dengan luas tanaman rakyat mencapai 73.890 hektar tersebar merata diseluruh Kepulaun Nias, yakni Nias, 17.985 hektar, Nias Selatan, 4.991 hektar, Nias Utara 19.133 hektar, Nias Barat 28.929 hektar dan Kota Gunungsitoli 2.859 hektar.

Sedangkan, hasil produksi karet mencapai 75.295 ton pertahun, masing-masing Nias, 23.381 ton, Nias Selatan, 4.558 ton, Nias Utara 24..873 ton, Nias Barat 15.622 dan Kota Gunungsitoli 6.861 ton dan seluruh hasil Karet rakyat tersebut dikirimkan keluar daerah dalam bentuk slab basah.

Selanjutnya, Kepala Bappeda Kabupaten Nias, Ir Agustinus Zega mengatakan, saat ini profil karet rakyat Nias meliputi, sebagian tanaman berumur tua, bibit berasal dari biji (seedling), dibudidayakan secara tradisional dan produktivitas rendah serta pasca panen sangat sederhana.

Baca Juga :  Isu Perombakan Pejabat Pemko Medan, Camat di Medan CEMAS

Sementara itu, Direktor PT Sri Trang Lingga Palembang Mr Chaikrit Rattana didampingi Duta Besar Thailand, Mr Thanatip Upatising pada eksposnya menjelaskan, PT Sri Trang Lingga telah lahir pada tahun 2005, merupakan salah satu perusahan yang sudah mendunia yang konsern terhadap komiditi karet.

Di Indonesia PT Sri Trang Lingga telah membangun dua perusahan dan pabrik karet yakni di Palembang dengan produksi 132 ton/tahun, dengan menyerap tanaga kerja sebanyak 650 orang, serta di Pontianak dengan produksi 72.000 ton/tahun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 390 orang.

Selanjutnya, Duta Besar Thailand, Mr Thanatip Upatising dan PT Sri Trang Lingga Palembang Mr Chaikrit Rattana menyatakan, dari hasil ekpos tersebut pihaknya berterimakasih serta pihaknya berjanji akan kembali di Pulau Nias dalam waktu yang tidak begitu lama untuk menindaklanjuti hasil diskusi tersebut.

Pada akhir diskusi dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dari pemerintah kabupaten/kota se Kepulauan Nias kepada Duta Besar Thailand Mr Thanatip Upatising serta para investor asal Thailand dan sebaliknya.

Usai menggelar diskusi dan tukar informasi, kedua belah pihak melakukan peninjauan lapangan perkebunan karet di Kecamatan Botomuzoi, didampingi Walikota Gunungsitoli, Drs Martinus Lase, M.SP dan Bupati Nias, Drs Sokhiatulo Laoli, MM, Bupati Nias Utara, Drs Edwar Zega, MM, Wakil Walikota Gunungsitoli, Drs Aroni Zendrato. (kap)

analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Kasus Rahudman akan di SP-3?

1 Komentar

  1. Mohon ditindak dan dihentikan permintaan uang jaminan kelulusan diterima sbg mahasiswa Akper Gunungsitoli dari pendaftar calon mahasiswa Akper Gunungsitoli Tahun 2013, yg dilakukan oleh oknum berinsial Geniati Halawa salah satu dosen Akper Gunungsitoli, dan tidak tertutup kemungkinan dilakukan oknum-oknum yg lain, besaran yg diambil adalah Rp.6 juta perorang, dgn mengatasnamakan Direktur Akper Gunungsitoli, hati-hati

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*