Iran Jadi Negara ‘Pengekspor’ Narkoba Terbanyak Tahun Ini

Barang bukti 239 kilogram ganja kering disita anggota Satuan Narkoba Polres Metropolitan Bekasi. TEMPO/Hamluddin

Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Anjan Pramuka Putra mengatakan peredaran narkoba di Jakarta saat ini didominasi jaringan narkoba dari Iran. Selisih harga yang tinggi membuat Indonesia jadi sasaran mengutungkan ‘eskpor’ narkoba.

“Di Iran harganya (sabu-sabu) sangat murah, satu kilogram hanya Rp 100 juta. Kalau di sini harga satu kilogram bisa Rp 1 miliar,” katanya dalam jumpa pers penangkapan sejumlah tersangka kasus narkoba di kantornya, Selasa (30/11).

Anjan menyebutkan, sepanjang tahun ini pihaknya telah menangkap 49 orang dalam kasus narkoba, 18 orang di antaranya warga Iran. Banyaknya warga Iran yang tertangkap ini membuat Iran menjadi negara ‘pengekspor’ narkoba terbanyak ke Jakarta.

Posisi kedua ditempati Malaysia. Sebanyak 5 orang warga Malaysia ditangkap karena kasus narkoba tahun ini. Polisi juga menangkap 4 warga Cina dan 4 warga Taiwan. Adapun warga Nigeria yang sebelumnya mendominasi kasus penyelundupan narkoba ‘turun’ tingkat. Tahun ini hanya 2 warga Nigeria yang ditangkap atas kasus narkoba.

Dua warga Iran yang baru-baru ini ditangkap yaitu MRR dan AKE. Keduanya ditangkap di Hotel Atlantic, Salemba, Jakarta Pusat, 27 November 2010. Dari tangan dua orang ini berhasil disita 5 gram sabu-sabu. “Sebanyak 1 kilogram sabu-sabu sempat dibuang ke kloset oleh tersangka,” kata Anjan.

Keduanya terancam dijerat Pasal 114 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) jucto Pasal 132 ayat (2) Undang-undang Nomer 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman berupa pidana mati atau kurungan seumur hidup. (tempointraktif.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Lingkungan Kumuh Khusus Anjing Ada di Brasil

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*