“Ironis, Bila Pemerintah Tetap Naikkan Harga BBM Saat Harga Minyak Dunia Anjlok”

JAKARTA, Rencana Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi dipertanyakan, terutama karena sekarang harga minyak dunia sedang anjlok.

“Selama ini belum ada kenaikan harga BBM saat harga minyak mentah turun. Saya kira bakal turun karena dunia sedang euforia menikmati turun harga minyak,” kata Ketua Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika, di Jakarta, Sabtu (15/11/2014).

Kardaya menyebut rencana kenaikan harga BBM tersebut sebagai hal ironis bila tetap terjadi. Dia menjelaskan, selama ini harga minyak BBM dihitung berdasarkan harga minyak dunia dan nilai tukar mata uang. Menurut dia, kenaikan harga BBM pun selama ini selalu karena lonjakan harga minyak dunia, yang itu juga dalam mata uang asing.

Saat ini, lanjut Kardaya, harga minyak dunia turun hingga 30 persen dari patokan harga minyak dalam asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. “Kurs dollar AS memang naik, tapi itu tak sampai 5 persen. (Harga) minyak 30 persen turun, kurs naik 5 persen, kita (seharusnya) masih ada penurunan sangat besar.”

Terlebih lagi, papar Kardaya, kesiapan pemerintah untuk menaikkan harga BBM pun sekarang masih sangat kurang. Dampak atas rencana itu, menurut dia belum dipertimbangkan langkah antisipasinya oleh pemerintah. “Yang sekarang kelihatannya naikin saja dulu, dampaknya gimana nanti. Ini buru-buru dan belum ada persiapan matang kalau dinaikkan,” kecam dia.

Baca Juga :  Rayakan HUT RI dengan Menyantap Nasi Liwet Sepanjang 1 Km

Kardaya meminta Presiden Joko Widodo memberikan penjelasan gamblang kepada masyarakat bila tetap hendak menaikkan harga bahan bakar minyak. “Kalau seandainya jadi (harga BBM naik), pemerintah harus jelaskan kepada rakyat kenapa naik karena menyangkut hajat hidup rakyat,” ujar dia.

/KOMPAS.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*