Istilah Kom Sisolkot

Sumber: www.edinasution.wordpress.com

KOUM-SISOLKOT Menurut antropolog Zulkifli B. Lubis (1988), istilah koum-sisolkot terbentuk dari dua kata, yaitu koum dan sisolkot, yang masing-masing mengandung makna klasifikatoris dalam konteks sistem kekerabatan di Mandailing. Koum merupakan istilah kekerabatan yang dirujuk berdasarkan hubungan perkawinan, sedangkan sisolkot dirujuk berdasarkan pertalian darah. Oleh sebab itulah orang-orang yang semarga (disebut markahanggi) lazim pula disebut dengan istilah marsisolkot. Sementara pengertian koum meliputi anggota yang lebih banyak dan cakupannya lebih luas karena di dalamnya terintegrasi kelompok kekerabatan mora, kahanggi dan anak boru, tetangga dekat dan lain sebagainya. Dengan memperhatikan istilah koum-sisolkot ini, yang didahului kata koum dan bukan sebaliknya, barangkali hal ini bukanlah terjadi secara kebetulan dan tanpa makna tertentu yang terkandung di dalamnya. Jika diasumsikan bahwa “bahasa menentukan corak kebudayaan”, maka ada kemungkinan bahwa istilah koum-sisolkot ini merupakan refleksi dari corak kebudayaan atau paling tidak ada terdapat nilai budaya di dalamnya yang berakar dari adat-istiadat orang Mandailing, sehingga dapat diasumsikan bahwa “orang Mandailing dalam banyak hal tidak lebih mengutamakan sisolkot-nya dalam kehidupannya, tetapi lebih mendahulukan koum yang secara sosialpsikologis dan territorial lebih dekat dengannya. Koum Sisolkot yang telah memberikan kontribusinya bagi nusa dan bangsa Indonesia antara lain: Willem Iskander, DR. Radja Dorie Loebis, Jenderal Abdul Haris Nasution (Pak Nas), Adam Malik, Mochtar Lubis, dan lain-lain.

POST ARCHIVE: This content is 8 years old. Please, read this content keeping its age in Mind
google Istilah Kom Sisolkotfacebook Istilah Kom Sisolkottwitter Istilah Kom Sisolkotlinkedin Istilah Kom Sisolkotemail Istilah Kom Sisolkotprint Istilah Kom Sisolkot

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*