Istri kepala sekolah tewas terlindas truk di Hardiknas

Merdeka.com – Hari Pendidikan Nasional yang diperingati hari ini, terjadi kecelakaan maut yang menimpa istri seorang kepala sekolah. Hasanah (45), istri Bahri (47), Kepala SMPN 3 Air Saleh, Kabupaten Banyuasin.

Korban yang tinggal di Komplek Pinang Mas Raya, Kelurahan Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, Sumatera Selatan, tewas di tempat setelah terlindas truk bermuatan kursi kayu dengan nomor polisi BE 9452 AQ, Jumat (2/5) sekitar pukul 06.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun merdeka.com, kejadian tersebut saat korban hendak menuju pasar yang tak jauh dari rumahnya. Tepat di depan pasar, korban yang menggunakan motor jenis Revo warna hitam nomor polisi BG 2705 PJ, berusaha menyalip truk yang ada di depannya. Korban terjebak di jalan yang rusak sehingga menyebabkan korban terjatuh.

Nahas, dari arah belakang truk itu langsung melindas kepala korban hingga pecah. Korban tiga anak ini tewas di tempat.

“Kami tahu identitas korban, dia istri Pak Bahri, Kepala SMPN Air Saleh. Korban langsung tewas di tempat karena terlindas ban depan truk dari Lampung,” ungkap Aam (30) saksi mata kepada merdeka.com, Jumat (2/5).

Korban langsung dibawa warga ke kamar mayat Rumah Sakit Moehammad Husin (RSMH) Palembang.

Sementara suami korban, Bahri mengaku pasrah dengan kejadian yang dialami istrinya. Ia hanya berharap, pemerintah setempat dapat memperbaiki jalan yang rusak itu agar tidak kembali memakan korban jiwa.

Baca Juga :  Airbus Siap Berikan Bantuan Teknis Terkait Investigasi Jatuhnya AirAsia QZ8501

“Saya terima keadaan ini. Saya ikhlaskan istri saya pergi untuk selamanya. Saya hanya tidak ingin ada korban lain gara-gara jalan rusak itu,” kata Bahri menahan kesedihan.

Kapolsek Rambutan AKP Alfian Nasution mengatakan, pihaknya sudah mengamankan pengemudi truk yang melindas korban untuk dilakukan pemeriksaan.

“Sopir itu tadinya diamankan di kantor Kelurahan Sungai Pinang lalu kita jemput untuk pemeriksaan,” tukasnya.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*