Istri Presiden Tunisia Kabur Bawa 1,5 Ton Emas

Leila Ben Ali. AP/Hassene Dridi

Leila Trabelsi, istri Presiden Tunisia dikabarkan kabur meningalkan negaranya dengan membawa 1,5 ton emas batangan senilai US$ 60 juta atau sekitar Rp 543 miliar. Dia datang ke Bank Sentral Tunisia (Bank of Tunisia) lalu membawa emas beberapa jam sebelum meninggalkan Tunisia.

Menurut laporan koran Prancis Le Monde, Leila datang ke Bank Sentral lalu memaksa kepala Bank Sentral untuk memberikan emas batangan. Kepala Bank Sentral menolak, sampai akhirnya Leila menelepon suaminya. Ben Ali lalu memerintahkan Bank Sentral untuk memenuhi keinginan istrinya dan menyerahkan emas tersebut.

Tak lama setelah mengambil emas itu, Ben Ali dan Leila pergi meninggalkan Tunisia. Mereka awalnya mengarah ke Prancis, tapi pesawat yang mengangkut mereka tidak diberikan izin oleh Presiden Prancis Nicolas Sarkozy. Akhirnya mereka mendarat di Arab Saudi, tapi beberapa laporan menyebut Leila mendarat di Dubai.

“Perampokan” emas batangan milik negara Tunisia ini terungkap setelah Menteri Keuangan Prancis, Christine Lagarde mengatakan ada pergerakan uang dalam jumlah besar dari Tunisia. Negara bekas jajahan Prancis itu memang tengah diawasi ketat setelah terjadi kerusuhan dan kaburnya Ben Ali.

Bank Sentral Tunisia membantah telah memberikan emas kepada Leila Trabelsi. “Kami tidak pernah menerima perintah baik lisan atau tulisan untuk mengeluarkan emas maupun uang,” kata jurubicara Bank Sentral Zied Mouhli kepada BBC, Selasa (18/1). “Emas itu masih ada di tempatnya, tidak pernah dipindah selama bertahun-tahun.”

Baca Juga :  Aung San Suu Kyi Akhirnya Menghirup Udara Bebas

Leila Trabelsi, 53, istri kedua Ben Ali dikenal suka bergaya hidup mewah. Dia dikenal rakus dan haus dengan kekuasaan. Bukan hanya Leila, tapi juga keluarga Trabelsi dikenal korup.(tempointeraktif.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*