Isu Jual Beli Jabatan Marak Di Palas – Setor Puluhan Juta Untuk Jadi Kasek

Isu jual beli jabatan kepala sekolah dasar (SD) di Kabupaten Padang Lawas belakangan ini marak berhembus. Bagi yang ingin diangkat menjadi kasek diminta memberikan uang Rp9 juta hingga puluhan juta rupiah. “Memang ada diminta uang sebesar Rp9 juta. Tapi namanya kan promosi dan uang ingot-ingot saja, dan tidak terikat atau disebut burangir,” kata salah seorang guru di Kecamatan Huristak yang akan dipromosikan menjadi kasek salah satu SD, kemarin (16/6). Diutarakan guru yang tidak mau identitasnya disebutkan demi alasan keamanan itu, uang tersebut diserahkannya kepada salah seorang PNS Pemkab yang mengaku mampu mendudukkan jabatan kasek di lingkungan Disdik. Pegawai tersebut memiliki hubungan dekat dengan pejabat teras di Pemkab Palas

“Uang itu sekitar tiga bulan lalu saya serahkan. Memang saat ini saya belum diangkat jadi kasek. Tapi saya dijanjikan pada mutasi berikutnya akan didudukkan,” terangnya. Diungkapkannya, tidak hanya dirinya yang telah menyerahkan sejumlah uang untuk bisa diangkat jadi kasek SD. Katanya, ada guru lainnya yang telah menyerahkan uang Rp17 juta kepada keluarga dekat pejabat Pemkab Palas, namun belum diangkat menjadi kasek. “Kami sudah pernah menanyakan kepada mereka (penerima uang, red) kenapa kami belum diangkat. Tapi kami diminta untuk bersabar. Jadi mau bagaimana lagi, kami bersabar saja,” ujarnya.

Sementara itu seorang kasek yang telah diangkat, membenarkan adanya pemberian uang tersebut. “Saya sudah diangkat menjadi Kasek SD. Saya memberikan uang Rp10 juta kepada salah seorang pejabat Pemkab Palas. Pemberian uang itu menurut saya wajar. Tapi itu bukan uang sogokan namanya, namun uang ucapan terima kasih,” ujarnya sembari meminta namanya jangan ditulis.

Baca Juga :  Kejatisu Minta Izin Presiden Periksa Syamsul

Anggota Komisi C DPRD Palas yang membidangi pendidikan, Ir Samson Fareddy Hasibuan kepada METRO, Kamis (16/6), menyesalkan maraknya isu jual jabatan kasek oleh oknum Jabatan Kepala Sekolah Dibandrol Puluhan Juta
pejabat di Pemkab Palas yang berkembang dalam beberapa hari terakhir ini. “Jika benar isu yang berkembang saat ini di tengah-tengah masyarakat adanya ‘jual beli’ jabatan setingkat kasek, itu sangat disayangkan, dan harus diusut ke akar-akarnya hingga tuntas,” ujar Samson.

Di tempat terpisah, anggota Forum Rembuk Jurnalis Palas Firdaus Hasibuan didampingi Sunardy Daulay menuturkan, dari fakta yang mereka miliki ada dua guru di wilayah Kecamatan Barteng dan Huristak yang diduga menjadi korban komersial jabatan. “Dari pengakuan mereka, memang ada jual beli jabatan untuk Kasek SD sebesar Rp9 juta hingga Rp20 juta. Namun dari penulusuran kita, masih banyak guru lain yang menjadi korban, tapi tak kunjung diangkat menjadi Kasek,” tegas keduanya.

Kadisdik: Tak Ada Komersialisasi Jabatan
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Palas, Drs Ali Irpan Hasibuan ketika dikonfirmasi METRO, Kamis (16/6), membantah adanya komersialisasi jabatan. “Memang saat ini ada keresahan di lingkungan Disdik Palas, karena ada sejumlah kasek melaporkan kepada saya akan ada mutasi dalam waktu dekat yang diduga dihembuskan oknum-oknum di luar lingkungan Disdik Palas. Namun perlu kami jelaskan, tak ada komersialisasi jabatan seperti yang diisukan. Hanya saja sejumlah kasek mulai resah saat ini dengan isu mutasi,” terang Ali Irpan. Ditegaskan Ali Irpan, tidak ada mutasi dalam waktu dekat ini. Sebab pihaknya fokus pada peningkatan mutu pendidikan untuk memajukan pendidikan Palas. “Kita akan tindak kalau ada terbukti di jajaran Disdik Palas yang melakukan demikian, karena saat ini kita fokus pada peningkatan mutu pendidikan, bukan untuk bagi-bagi jabatan,” pungkas Kadisdik. (amr)

Baca Juga :  Asian Games XVI Agung Prayogo Gagal Sumbang Medali

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*