Isu Santet, Warga Desa Balimbing Jae Mencekam

(Analisa/tohong p harahap) RUSAK: Rumah korban H, yang dirusak sejumlah warga Desa Balimbing Jae, Kecamatan Padang Bolak Julu, yang dituduh sebagai dalang santet. Foto dijepret Kamis (21/3) sore.

Paluta, (Analisa). Sejumlah warga Desa Balimbing Jae, Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Rabu (20/3) malam, mengamuk dan merusak rumah milik H (63), warga setempat yang dituduh memiliki ilmu santet.

Massa melakukan pengrusakan terhadap rumah korban dipicu karena pemilik rumah dituduh memiliki ilmu santet hingga menyebabkan seorang warga setempat kesurupan dan mengalami trauma dengan menyebut-nyebut nama korban pengrusakan.

Kepala Desa Balimbing Jae Harapan Harahap kepada wartawan dilokasi kejadian, mengungkapkan, kejadian tersebut bermula dari adanya seorang mahasiswi, diduga terkena santet hingga mengalami kesurupan berat dan menyebut-nyebut nama sejumlah warga yang diduga mendukuninya, termasuk H dan kawan-kawannya seperti H, IH, H,dan BH.

Akibat kejadian itu, para tokoh masyarakat, pemerintahan desa dan warga dibantu pihak kepolisian melakukan musyawarah untuk memanggil para warga yang namanya disebut-sebut dalam kesurupannya itu.

Setelah dilakukan mediasi dan sumpah bersama di dalam masjid desa setempat, Selasa (19/3) disepakati bahwa A dan kawan-kawannya tak ada mendukuni bunga. Warga pun membubarkan diri dan melakukan aktivitas seperti biasanya.

Keesokan harinya, diduga tak puas atas hasil mediasi maupun perundingan serta sumpah yang telah disepakati di masjid desa setempat, sejumlah warga mendatangi rumah korban dan melakukan pengrusakan pada Rabu (21/3) malam.

Baca Juga :  200 Anak Dikhitan

Melihat adanya kejadian tersebut, beberapa warga langsung melaporkan ke petugas Polsek Padang Bolak. Selang beberapa menit kemudian, personil Polsek Padang Bolak dipimpin Kapolsek Padang Bolak AKP JW Sijabat dan Kepala Desa meluncur ke lokasi kejadian.

Polisi yang datang lalu menenangkan massa, mereka juga mengamankan sejumlah warga untuk dimintai keterangan. Sejumlah warga menolak berkomentar atas kejadian ini. Namun aksi ini diduga berlatar belakang isu santet.

Hingga Kamis (21/3) sore, lokasi masih mencekam. Polisi terus disiagakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kapolsek Padang Bolak AKP JW Sijabat dikonfirmasi Analisa, Kamis (21/3), membenarkan kejadian itu. Kapolsek menambahkan, kasus ini telah ditangani bahkan saat malam itu setelah menerima laporan pihaknya langsung ke lokasi untuk mengamankan serta mengarahkan massa untuk menghentikan aksi pengrusakan.

“Kita telah mengamankan satu warga M (30), diduga ikut terlibat dalam aksi pengrusakan rumah korban A itu, sementara puluhan warga lainnya sedang dalam proses pengejaran petugas di lapangan,” terangnya.

Saat ini, lanjutnya, petugas kepolisian disiagakan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di lokasi kejadian dan sekitarnya. (ong)

Sumber: analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*