Iwan Fals Menunggu 15 Tahun Tampil Di Nias

SETELAH  menunggu selama 13  tahun,  musisi kondang Iwan Fals bisa mewujudkan impiannya tampil di hadapan masyarakat Pulau Nias,  Sumatera Utara, Minggu 6 Juni 2010 . Iwan akan membawakan 17 lagu antara lain, Bento, Bongkar, Yang Terlupakan, Negara, Mata Indah Bola Pingpong, Pesawat Tempur, Omar Bakri, dan Surat Buat Wakil Rakyat.  Iwan juga  akan mendendangkan  lagu khas  Nias berjudul ’Tano Niha’ yang berarti Tanah Nias. Berikut petikan wawancara khusus Pemred BATAKPOS Raja Parlindungan Pane bersama reporter Romi Syahril di rumah Iwan Fals di  Luwinanggung, Depok, Jawa Barat, Rabu (2/5).

Apa yang membuat Anda tertarik tampil di  Nias?

Buat saya, semua tempat pasti menarik. Apalagi,  pas ditawari nyanyi di Nias, ini  menjadi catatan tersendiri buat saya. Sudah hampir 15  tahun saya ingin  tampil di Nias. Terakhir, saya pergi Nias tahun 1995. Tapi tak manggung, melainkan melihat keindahan Nias. Saya waktu itu berangkat dari Jakarta naik mobil melintasi Sumatera hingga ke Toba Samosir untuk melihat dari dekat aktifitas masyarakat  Sumatera, khususnya Sumut. Malah di Samosir saya sempat membeli  hasapi. Sumatera itu indah dan hutannya luar biasa. Kini, saya akan hadir di Sumut, tepatnya di Nias. Lagi pula ini merupakan misi kebudayaan dan kemanusiaan. Saya akan membawa rombongan kru  20 orang yang tergabung dalam Iwan Fals dan band.

Apa maksud misi budaya dan kemanusiaan?

Dalam pentas nanti di Nias, kita harus berbagi dengan sesama. Saya ingin menghibur mereka. Terutama dengan masyarakat Nias yang terkena gempa Tsunami beberapa tahun lalu. Kita nyanyi bareng, nari bareng dan semuanya serba bareng ketika di atas panggung. Pokoknya kita ingin Nias bangkit dari keterpurukan. Saya juga meminta ada masyarakat Nias yang menampilkan tari tradisional  dan budaya setempat dalam pergelaran itu.

Baca Juga :  Derby Romero Bikin Band

Konsep tampil di Nias seperti Apa?

Saya bilang ke panitia ini harus kebersamaan. Makanya, saya ingin yang tampil di awal bukan saya tapi musisi atau seniman dari Nias. Begitu pula penutupnya ada juga dari mereka. Kita ingin melihat juga potensi besar yang dimiliki oleh musisi dan seniman asal Nias.

Apakah sebelumnya Anda pernah tampil di Nias?

Belum pernah.  Saya  ke Nias  tahun 1995 tidak dalam acara manggung tapi melihat budaya dan keindahan alamnya.  Waktu  itu,  saya sempat kaget karena ada anak kecil nyanyi lagu Bento dengan gitar di tangannya. Saya rasa itu bukan gitar, semacam alat musik ukulele gitu. Anak kecil itu fasih banget nyanyikan lagu Bento, terus terang saya merasa terkesima. Dalam hati saya, dia tahu dari mana lagu Bento itu waktu itu?

Menurut Anda apa karena ada Iwan Fals di depannya?

Saya kira tidak. Saya  yakin anak itu antara kenal dan tidak dengan saya. Karena saya melihat dia dari kejauhan. Dan dengan lantang nyanyi lagu Bento.  Setelah kejadian itu, saya punya obsesi ingin kembali lagi ke Nias suatu saat nanti. Karena nyanyian anak kecil itu terus terbayang dalam pikiran saya. Alhamdulillah akhirnya kesempatan itu  akan terwujud Minggu  6 Juni 2010

Kira-kira potensi apa di Nias yang membuat Anda jatuh cinta?

Saya melihat Nias memiliki kekayaan alam luar biasa.  Saya ke Nias dari Sibolga naik kapal laut kurang lebih delapan jam. Saya melihat ada surfing ombak yang bagus, gunung-gunung yang menawan. Begitu pula dengan laut dan budayanya. Ada juga bangunan kayu yang terhampar di sana. Ada lagi yang namanya lompat batu. Menurut cerita orang Nias  saat terjadi  gempa Tsunami  rumah-rumah dari kayu tidak hancur. Malah yang hancur rumah-rumah yang terbuat dari batu layaknya bangunan di Jakarta. Ini menuru saya aneh. Saya akan melihat itu usai manggung 6 Juni.

Baca Juga :  Adjie Massaid Meninggal Dunia

Apa yang paling diharapkan dari kedatangan Anda di Nias?

Nias harus dibangkitkan lagi. Saya minta potensi Nias harus dikeluarkan dan dikembangkan semuanya. Saya berharap semuanya kembali normal. Jangan karena daerah mereka jauh, terus kita tak memperhatikan mereka. Saya juga berharap, pemerintah harus serius memperhatikan Nias. Jangan hanya di Pulau Jawa saja.

Selain menghibur, apalagi yang Anda lakukan di Nias?

Rencana saya akan diajak panitia untuk menemui korban gempa Tsunami di tempat atau kawasan (relokasi). Kita melakukan misi kemanusiaan. Kita juga akan memberikan sumbangan untuk masyarakat yang membutuhkan.

Setelah dari Nias, jadwal Anda selanjutnya?

Pekan depan saya akan manggung di Ancol bersama Ki Ajeng Ganjer, selanjutnya di Pekan Raya Jakarta1 2 Juni dan pada 26 Juni akan konser tunggal di rumah saya. Tapi,  yang boleh nonton mereka yang memiliki tiket khusus (tiga Rambu). Mereka bisa mendapatkan tiket tersebut setelah membeli album Keseimbangan. Baru setelah bulan puasa, insya Allah saya akan tur ke pesantren-pesantren.

Sumber: http://batakpos-online.com/content/view/14733/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*