Iwan Fals: Pembalak dan Pembeli Sama Jahatnya

iwanfalsmatadewa1 Iwan Fals: Pembalak dan Pembeli Sama JahatnyaKondisi hutan Indonesia yang kian lama kian gundul tak luput dari perhatian vokalis, komposer, dan pencipta lagu Iwan Fals. Menurutnya, gundulnya hutan Indonesia tak lepas dari aksi pembalakan liar oleh pihak tak bertanggung jawab.

“Sama-sama jahatnya antara pembeli dan pembalak pohon, ini masalah hidup matinya kita. Keuntungnya hanya sesaat,” tandas Iwan, dalam jumpa pers Djarum Trees For Life, di Desa Wonosalam, Kecamatan Gajah, Demak, Jawa Tengah, Kamis ( 27/5/2010 ) .

Lanjut Iwan, sudah semestinya aparat yang berwenang semakin tegas untuk menangani pembalakan liar. “Saya enggak mau ke situ, saya hanya mau menanam pohon saja. Untuk masalah itu sudah ada polisi kok,” katanya.

Di luar upaya hukum yang bisa dilakukan, Iwan optimistis jika upaya penghijauan yang terus digalakkan masih belum terlambat. “Saya bahagia di desa Demak ini, saya optimistis begitu datang dari Semarang sampai sini sudah ditanami pohon sampai beberapa ratus. Yang membuat saya optimistis lagi teman-teman dari Djarum tidak cuma menanam, tapi dijagain sampai tiga tahun,” ungkap Iwan.

Rasa optimistis Iwan tersebut bukan tanpa alasan. Indonesia yang memiliki iklim tropis, memungkinkan pohon trembesi sebagai salah satu tanaman penyerap gas karbondioksida mampu tumbuh dengan baik. “Aku yakin iklim kita tropis itu bagus buat tanam pohon saya harap teman-teman OI (Orang Indonesia) di Demak bisa melakukan itu,” himbau Iwan.

Baca Juga :  Bon Jovi Musisi Paling Tajir Berkat Tur di 2010

Karenanya, Iwan berharap agar 2.767 pohon trembesi yang sudah ditanam di sepanjang  jalan Semarang-Kudus bisa dijaga dan dilestarikan. “Tanpa dukungan untuk menanam, pohon tidak tumbuh, karena pohon itu peka sekali, butuh diperhatikan. Kalau terus menanam, menjaga dan menyayangi, saya rasa itu tidak akan sulit,” tutupnya.

Sumber: http://sains.kompas.com/read/2010/05/27/21514653/Iwan.Fals.Pembalak.dan.Pembeli.Sama.Jahatnya-4

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*