Jabatan Jaksa Agung Memungkinkan Seumur Hidup

Jaksa Agung Hendarman Supandji di atas angin. Dalam sidang uji materi pasal 22 ayat 1 huruf d UU No 16/2004 tentang Kejaksaan di Mahkamah Konstitusi (MK) kemarin (24/8) semua saksi ahli yang diajukan pemerintah mengatakan bahwa jabatan Hendarman sah. Bahkan, Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Denny Indrayana mengatakan, jabatan Jaksa Agung memungkinkan dijabat seumur hidup.

“Memang bisa iya (seumur hidup) dan bisa tidak,” ucap Denny saat memberi kesaksian di Mahkamah Konstitusi kemarin. Dia menjelaskan, masa jabatan Jaksa Agung memang tidak diatur rentang waktunya, sama halnya dengan Kapolri. Bahkan, lanjut Denny, konsep jabatan seumur hidup dalam satu pemikiran dapat menguatkan independensi. Terutama untuk unsur kekuasaan kehakiman dalam kejaksaan.

Tapi, Jaksa Agung seumur hidup menurut Dennya sangat kecil terjadi. Sebab, presiden sebagai pihak yang berwenang mengangkat dan memberhentikan presiden akan berganti dalam waktu 10 tahun. Dan hampir tidak mungkin, presiden yang baru akan menunjuk Jaksa Agung yang sama.

Hal senada dilontarkan mantan Hakim Konstitusi Achmad Roestandi yang juga dihadirkan sebagai saksi. Menurutnya, masyarakat tidak usah khawatir kalau Jaksa Agung seumur hidup tidak dianggap demokratis. Roestandi menjelaskan, masa jabatan Jaksa Agung memiliki kekhususan. Sebab, Jaksa Agung adalah pejabat negara, lain halnya dengan jaksa karir yang lainnya. Memang, dalam UU Kejaksaan usia jaksa dibatasi sampai 62 tahun, tapi itu tidak berlaku untuk Jaksa Agung. “Umur maksimal Jaksa Agung belum ditentukan,” ucapnya.

Baca Juga :  Goldman Sachs: Rupiah Masih Akan Merosot

Dia menjelaskan, masa kerja Jaksa Agung juga didasarkan pada pengangkatan dan penghentian oleh presiden. Sehingga Jaksa Agung yang menjabat saat ini masih bisa dikatakan sah hingga keluarnya keputusan pemberhentian.

Wacana Jaksa Agung seumur hidup ini merupakan salah satu alasan mengapa Mantan Menkeh dan HAM Yusril Ihza Mahendra mengajukan uji materi UU No 16/2004 tentang Kejaksaan. Dalam beberapa sidang sebelumnya, Yusril menyatakan jabatan Jaksa Agung harus dibatasi, jika tidak jabatan tersebut akan berlangsung seumur hidup dan bertentangan dengan asas negara hukum.

Terkait dengan kerancuan pengangkatan dan pemberhentian Hendarman bersamaan dengan pengangkatan dan pemberhentian kabinet, mantan Watimpres Adnan Buyung Nasution mengungkapkan memang ada kecerobohan dalam pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Sebab pembentukan KIB II yang diatur dalam Keppres No 84/P Tahun 2009 tidak mengangkat Hendarman sebagai Jaksa Agung. “Yang diangkat hanya para menteri negara. Tapi tidak menyebutkan kedudukan Jaksa Agung,” ucap advokat senior tersebut.

Namun secara logika lanjut Adnan, jika Jaksa Agung tidak pernah diberhentikan saat pembubaran KIB I, maka tidak perlu ada acara pelantikan Jaksa Agung. Tapi bagaimanapun juga, itu merupakan sebuah kecerobohan.

Namaun, lanjut Adnan, ketidakcermatan itu tidak berarti kedudukan Hendarman cacat dimata hukum. Karenanya, menurut Adnan, Hendarman masih sah menjadi Jaksa Agung. Bahkan jika pun Hendarman tidak sah, bukan berarti kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan instansi Kejaksaan tidak sah. Sebab Kejaksaan merupakan sebuah lembaga yang terkadang tidak bisa dicampuradukkan dengan keabsahan Jaksa Agungnya. ”

Baca Juga :  Soal Penghinaan WNI di Batam - Masyarakat India Minta Maaf

Dalam sidang tersebut, Yusril menegaskan tidak ada keinginan dari dirinya untuk lari dari kasus korupsi yang menjeratnya. “Tidak ada keinginan saya untuk mengelak tuduhan jaksa,” ucap Yusril.

Namun dia mengaku sangat dirugikan ketika yang memerintahkan penahanan itu adalah seorang yang tidak sah dalam jabatannya. Dia lalu menganalogikan, jika pengendara motor ditangkap oleh polisi gadungan. “Siapa yang mau kalau yang menangkap kita polisi gadungan,” ucapnya lalu disambut tawa pengunjung sidang.

Sumber: http://metrosiantar.com/METRO_TANJUNG_BALAI/Jabatan_Jaksa_Agung_Memungkinkan_Seumur_Hidup

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*