Jadi Guru Sertifikasi Lebih Susah Di Era Jakowi Pada Tahun 2015

Program sertifikasi guru di era pemerintahan Presiden Jokowi mulai digelar awal tahun 2015. Proses sertifikasi dikemas dalam program pendidikan profesi (PPG).

Kabid Tenaga Pendidik dan Kependidikan, Dinas Pendidikan Surabaya Yusuf Masruch mengungkapkan, pada tahap pertama akan diprioritaskan bagi guru yang belum lolos sertifikasi di program pendidikan latihan profesi guru (PLPG).
Selain itu guru yang sertifikasinya tidak sesuai juga bisa mengikuti sertifikasi lagi (resertifikasi).

“Guru resertifikasi ini, misalnya, guru berijazah IPA yang terpaksa mengajar Matematika karena tidak ada jam. Saat sertifikasi sebelumnya dia tercatat sebagai guru IPA. Ini kan tidak boleh, jadi dia harus memiliki kompetensi Matematika dan ikut sertifikasi dengan bidang ampu yang sama,” terangnya.

Sertifikasi kali ini juga dikhususkan bagi guru pegawai negeri sipil atau guru tetap yayasan yang minimal mengajar sejak Januari 2005. Itu artinya sertifikasi hanya boleh diikuti guru yang mengajar minimal sembilan tahun.

“Ini lebih ketat dibandingkan sebelumnya yang minimal enam tahun mengajar sudah bisa mengikuti sertifikasi,” terang pejabat asal Jombang.

Bagaimana dengan guru yang belum memiliki ijazah sarjana (S1)? Menurut Yusuf, mereka bisa mengikuti sertifikasi asalkan sudah berusia minimal 50 tahun dan masa kerja minimal 20 tahun.

“Sepertinya kalau saat ini guru yang seperti ini jarang. Kalaupun ada mereka sebelumnya sudah mengikuti PLPG,” katanya.

Baca Juga :  Menyimak F-16C/D Fighting Falcon Block 52ID baru TNI AU

Sama halnya dengan PLPG, kuota guru yang ikut PPG ditentukan pemerintah pusat berdasarkan data di padamu negeri.
Selanjutnya pemerintah pusat akan menurunkan daftar nominasi peserta PPG dengan nama dan alamat jelas ke kabupaten/kota. Kemudian masing-masing guru harus melengkapi persyaratan administrasinya.

Berbeda dengan PLPG, di PPG ini guru juga harus menyertakan portofolio. Guru yang lolos administrasi, akan mengikuti uji kompetensi guru (UKG). “Guru yang lolos UKG inilah yang berhak mengikuti PPG,” terang bapak dua anak. Yusuf mengingatkan bagi guru yang akan mengikuti UKG untuk memahami IT, karena banyak di antara guru yang gagal UKG hanya karena tidak bisa mengoperasikan komputer. Padahal secara kompetensi mumpuni.

Sumber berita :Surya Online.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*