Jadikan Hutan Lindung Marancar Menjadi Tujuan Wisata

Berangkali, jika kita melihat tempat-tempat hutan Lindung atau Hutan yang ada di Wilayah Tapanuli Selatan, salah satu yang paling baik saat ini bisa dikatakan di wilayah kec. Marancar.

Secara Geografis Letak keberadaan Hutan-hutan di kec. Marancar saat ini berada di antara Kota Sibolga, Kota Padangsidempuan dan Kota Tarutung. Wilayah ini bisa ditempuh dari Kota Sipirok, Kota Padangsidempuan, Kota Batangtoru/Sibolga yang jarak tempuhnya sangat memungkinkan dilalui dengan berjalan sambil menikmati hutan-hutang serta flora dan fauna yang ada.  Wilayah Kec.  Marancar yang berada dipegunungan sangatlah subur bahkan bisa dikatakan salah satu tersubur diantara wilayah2 kecamatan di Tapanuli Selatan, namun kesuburan wilayah ini belum dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahtraan Masyarakatnya. Tanaman Langka dan Hewan Langka menurut beberapa sumber, masih terjaga keberadaannya di wilayah ini, walaupun saat ini mulai terganggu dengan adanya perkembangan jaman.

Jika dilihat dari segi geografis wilayah kec. Marancar, Wilayah ini sangat bagus dibuat untuk tempat2 wisata dalam hal wisata dalam hutan, sebut saja untuk tempat pramuka, tempat mengenal jenis2 binatang / mamalia yang ada, tempat melihat keindahan pegunungan2 yang ada diantara Taput, Tapteng dan Tapsel, Keindahan Laut Sibolga, mendaki Pegunungan Lubuk Raya bahkan tempat latihan para militer sangat cocok di wiayah ini, mengingat Kec. Marancar sangat bisa ditempuh dari berbagai akses masuk ke wilayah ini. Wilayah tanahnya yang subur membuat berbagai jenis tumbuhan dan hewan hampir ada di wilayah ini, namun hingga saat ini, belum ada data yang pasti tentang data statistik dari jenis Tumbuhan, Hewan atau binatang yang ada diwilayah ini. Harimau, Rusa, jenis-jenis Monyet, berbagai jenis Ular, Kupu-kupu langka, tumbuhan langka serta binatang lainnya pernah ada wilayah ini.

Masyarakat yang sering mengitari wilayah Kec. Marancar ini dari dulu adalah kebanyakan dari Desa Hauatas/Simaretung. Hampir setiap Minggu dan hari Rabu, para Pemuda-pemudi dari Desa ini menikmati alam yang ada di Kec Marancar, dengan berjalan kaki berjam-jam di tengah sawah, hutang dan kebun, mereka menikmati setiap alam yang ada. Jalan kaki berkilo-kilometer di tengah2 hutan tidak membuat rasa capek dan takut untuk menikmati setiap keindahan alam yang ada. Bahkan jalan kaki hingga ke wilayah perbatasan Sipirok (desa Aek Nabara) serta ke Desa Batusatail kec. sipirok, menjadi perjalanan yang menyenangkan jika dilalui dengan santai sambil menikmati pegunungan2 dan keindahan hutan. Tempat Air Panas di desa Aek Nabara menjadi salah satu tempat bagi masyarakat Desa Haunatas untuk dinikmati sewaktu-waktu. Tempat Kolam renang peninggalan Jaman Belanda jaman dahulu di gunung Lubuk Raya juga menjadi tempat yang sudah didatangi oleh pemuda-pemuda dari desa ini sambil berjalan kaki secara rame2 melewati hutan-hutan yang ada. Keindahan alam dari Tempat kolam renang ini sangat tidak bisa dinilai jika kita memandang ke arah barat dan utara wilayah ini, nampak Laut Sibolga dan juga bukit-bukit serta pegunungan bukit barisan di wilayah2 Tapanuli Tengah dan juga di Tapanuli Utara. Dan masih banyak lagi tempat-tempat alam/ hutan yang bisa dijadikan menjadi tempat-tempat untuk menikmati keaslian alam Hutan tanpa harus ada rasa takut kesasar ditengah-tengah hutan meningat wilayah ini hampir bisa dikatakan di Tengah Wilayah Tapanuli Selatan, Wilayah Tapanuli Utara dan juga Tapanuli Tengah.  Sungai Batangtoru yang melewati perbatasan wilayah ini dari Pahae, Tapanuli Utara menjadi tempat yang suatu saat perlu ditelusuri hingga ke Kota batangtoru. Andaikan bisa dilalui Sungai ini dari Tarutung hingga Kota Kec. Batangtoru menjadi sesuatu yang kegiatan yang mungkin bisa membawa dampak yang baik bagi masyarakat sekaligus menjadi ke Aslian keberadaan hutan tersebut.

Baca Juga :  LTI Palas : Proyek Dekat Rumah Dinas Bupati Sudah Rusak

Pola pengarian yang dibuat oleh beberapa desa untuk pertanian seperti Pengairan pertanian di Desa Haunatas, Tanjungrompa, Bonandolok menjadi Pola Pengairan yang perlu ditiru oleh wilayah lain dalam hal pemenuhan kebutuhan pengairan dalam masyarakat. Penelusuran pengairan ini hingga ke hulu air bahkan hingga ke tengah hutan Lindung di Bukit Barisan menjadi sesuatu yang sangat memungkinkan dijadikan sebagai tujuan wisata Hutan sambil mempelajari sistem2 pengaiaran wi wilayah ini. Hingga saat ini yang sering menikmati wisata Hutan di Wilayah Kec. Marancar ini biasanya hanya dari Desa Haunatas saat ada Liburan (hari MInggu dan Rabu). Dan hampir semua pemuda yang berasal dari Desa ini pernah merasakan hutan-hutang yang ada diwilayah Kec. Batangtoru, khususnya hutan dibagian Timur Kec. Marancar.

Untuk itu, hendaknya Pihak Pemda Tapsel bisa lebih mengenalkan hutan lindung di wilayah ini ke pihak luar agar lebih dikenal dan lebih diminati untuk melihat tentang keindahan Alam di Wilayah Kec. Marancar, Tapanuli Selatan ini. (fs)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*