Jaga Gula Darah dengan Rajin Makan Kacang

Melakukan pola makan yang sehat, seperti memperbanyak buah dan sayuran segar, merupakan cara paling umum untuk mencegah ataupun mengelola penyakit diabetes tipe 2. Namun ada pula jenis  makanan tertentu yang direkomendasikan. Sebuah studi baru mengemukakan, makan kacang-kacangan secara rutin dapat membantu melawan diabetes tipe 2.

Menurut studi tersebut, memakan dua sajian kacang-kacangan setiap harinya mampu mengurangi dan menstabilkan gula darah pada orang yang mengalami penyakit tersebut. Peneliti menarik kesimpulan demikian setelah melakukan 12 uji klinis. Satu sajian didefinisikan untuk 30 gram.

Kacang yang paling memberikan manfaat antara lain walnut, mede, kenari, dan pecan. Sayangnya, manfaat ini tidak terlihat untuk kacang tanah.

Berdasarkan hasil dari analisis data yang dilakukan pada 450 peserta, konsumsi kacang-kacangan memperbaiki dua kunci penanda dari gula darah. Pertama, perbaikan hasil tes HbA1c yang merupakan perhitungan kadar gula darah selama tiga bulan. Selanjutnya, perbaikan kadar gula darah puasa yang merupakan perhitungan gula darah setelah pasien berpuasa selama delapan jam.

Hasil terbaik terlihat ketika kacang-kacangan menggantikan karbohidrat, bukan menggantikan lemak jenuh. Selama uji klinis, peserta diberikan sekitar dua sajian kacang setiap harinya, atau rata-rata sekitar 56 gram.

Dr John Sievenpiper dari St Michael’s Hospital di Toronto, yang juga ketua studi ini, mengatakan, kacang merupakan salah satu cara yang dapat membantu untuk menjaga kadar gula darah yang sehat. Khususnya untuk konteks pola diet yang sehat.

Baca Juga :  Waspadai 8 Gejala Diabetes Melitus

Kacang memang kaya lemak, namun jenis lemak yang dikandung adalah lemak tak jenuh yang diketahui lebih sehat. Kacang juga kalori, namun peserta yang mengikuti studi ini tidak ada yang mengalami penambahan berat badan dari mengonsumsinya./KOMPAS.com –

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*