Jalan Anjlok, 2 Tahun tak Diperbaiki

Selasa, 29 Desember 2009 – www. metrosiantar.com

MADINA-METRO; Setelah dua tahun pasca anjlok badan jalan menuju 4 desa di Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Mandailing Natal, hingga hari ini belum ada perbaikan. Padahal, jalan sepanjang 1 kilometer yang berada di perbatasan Desa Kayu Laut dan Roburan Lombang, ini merupakan akses transportrasi ratusan warga di empat desa tersebut.

Pantauan METRO di lokasi jalan yang menghubungkan keempat desa di Kecamatan Panyabungan Selatan, yakni Desa Roburan Lombang, Roburan Dolok, Lumban Dolok dan Aek Nangali, ini hanya terdapat kerikil dan bebatuan. Dan di sisi kiri jalan didapati tebing setinggi 15 meter.

Dari keterangan warga desa jalan tersebut sudah lama tidak diperbaiki bahkan sudah lebih dari 2 tahun, sehingga kondisi jalan dari Desa Kayu Laut ke Desa Roburan Lombang sepanjang 1 kilometer ini terlihat ditutupi ilalang karena tidak bisa digunakan dan dilewati masyarakat dengan runtuhnya badan jalan.

Tan Husein (27) seorang warga Desa Roburan Lombang, kepada METRO mengatakan jalan yang dibangun tersebut belum sempat digunakan secara optimal. “Seingat saya hanya digunakan 2 hari, itupun sebagai percobaan saja,” katanya kepada METRO, Senin (28/12).

Ditambahkan dirinya kalau masyarakat mensinyalir bahwa bangunan jalan tidak sesuai dengan bestek. Pasalnya belum digunakan sudah anjlok dan hancur. “Kami juga tidak pernah melihat adanya identitas proyek saat pembangunan dulu (2 tahun lalu, red),” pungkasnya.

Baca Juga :  Batal Kalah, Liverpool Bergeming

Hingga kini masyarakat harus berpindah jalur untuk menuju keempat desa tersebut. Sebelumnya mereka melewti Desa Kayu Laut, tetapi sekarang harus melewati Desa Tanobato diperkirakan perjalanan ganda, dari Kayu Laut ke empat desa hanya sekitar 1,5 kilometer, sedangkan melalui Tano Bato harus menempuh 4 kilometer.

Tan Husein juga menambahkan kalau Kepala Desanya sudah pernah mengadu kepada DPRD dan juga salah satu organisasi mahasiswa supaya menindak lanjuti proses pembangunan jalan yang telah rusak tersebut. “Tetapi hingga kini sudah sama-sama kita lihat tidak ada lagi follow up nya, kami sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Madina serta DPRD supaya melakukan peninjauan kembali serta melanjutkan pembangunan jalan tersebut demi kelancaran transportasi masyarakat,” tambahnya.(mag-02)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*