Jalan ke Batahan Rusak Parah – Warga Surati Plt Bupati Madina

Kondisi jalan ke Desa Batahan, Kecamatan Kotanopan. Jalan menuju desa ini rusak parah dan warga pun menyurati Plt Bupati Madina. (Ridwan)

MADINA – Masyarakat Desa Batahan, Kecamatan Kotanopan, melayangkan surat kepada Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution memohon pembangunan jalan menuju desa mereka dilanjutkan. Karena masih ada sekitar lima kilometer lagi jalan menuju desa itu dalam kondisi rusak parah berupa jalan tanah.

“Kami sudah membuat surat permohonan pembangunan peningkatan jalan ke Desa Batahan sekitar 5 kilometer lagi. Surat yang dikirmkan tanggal 20 Juli itu ditandatangani seluruh warga Desa Batahan yang ditujukan kepada Plt Bupati Madina. Surat ini juga sudah kita serahkan langsung kepada Plt Bupati Madina seminggu lalu,” ujar Kepala Desa Batahan Samwel, Sabtu (16/8) di Kotanopan.

Dikatakan Samwel, surat tersebut sengaja dibuat dengan harapan Pemkab Madina bisa melanjutkan pembangunan jalan ini yang panjangnya tinggal 5 kilometer lagi di tahun ini. Karena di tahun 2013 lalu, Pemkab Madina sudah melakukan pembangunan jalan ke desa ini sekitar 2 kilometer.

“Jadi kami berharap di tahun 2014 ini ada kelanjutan pembangunannya,” ujar Samwel. Menurut Kades, melihat kondisi jalan sepanjang 9 kilometer dari desa terdekat yakni Desa Pagar Gunung, kondisinya sangat rusak berat dan masih terbuat dari tanah.

Dan dilihat dari kondisi jalan, masih belum memungkinkan untuk saat ini bisa dibangun. Tetapi setidaknya Pemkab Madina bisa melanjutkan pelebaran jalan lanjutan dari 2 kilometer di tahun 2013 yang lalu.

Baca Juga :  Penyakit Aneh Dialami Masyarakat Paluta

Sementara 2 kilometer lagi pelebarannya sudah dikerjakan oleh program PNPM-MP, dan sisanya hanya sekitar 5 kilometer yang belum mendapat pelebaran. “Sebenarnya kita sangat mendambakan jalan sepanjang 9 kilometer ini bisa mendapat pengerasan aspal.

Namun jika dilihat dari kondisi yang ada sekarang masih sangat jauh dari yang diharapkan karena memang jalan ini sama sekali belum pernah disentuh aspal. Jika saja sisa yang 5 kilometer itu pelebarannya dilanjutkan sudah sangat membantu masyarakat, mengingat ini akses jalan satu-satunya bagi masyarakat untuk tiba di Pasar Kotanopan. Karena disanalah hasil bumi warga dijual dan ke Kotanopan jugalah semua anak-anak melanjutkan sekolah sesudah SD. Setiap hari harus melewati jalan yang penuh lumpur dan rusak itu,” jelasnya.

Ditambahkan, kondisi jalan ke desa ini memang sangat berat, sampai saat ini jalan tersebut sama sekali belum tersentuh aspal. Kondisi jalan hanya tanah liat dan jika musim hujan, jalan akan sangat licin dan di badan jalan terdapat lubang-lubang besar bekas aliran air.

Sementara mobil angkutan tidak ada sama sekali yang masuk ke desa ini, hanya hari Sabtu saja karena hari pekan di sana, baru ada mobil masuk ke desa itu. Itupun jenis mobil gardan dua dengan ongkos Rp50 ribu per orang. Lokot Husda lubis S Ag salah seorang tokoh pemuda di Kotanopan mengaku cukup prihatin dengan kondisi Desa Batahan yang termasuk desa tua di Kotanopan.

Baca Juga :  Sampel Minyak Diteliti di Kementerian ESDM

“Kita cukup prihatin melihat kondisi jalan ke desa ini. Aspal belum ada sama sekali, yang ada hanya tanah liat dengan kondisi jalan sangat curam. Sudah saatnya pemerintah membangun jalan ke desa ini agar perekonomian warga menjadi terbantu. Dan akses dunia pendidikan lebih terjangkau, sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat kita akibat akses jalan, anak-anak susah melanjutkan pendidikan,” harapnya. (wan)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*