Jalan Lintas Gunung Batu Seperti Kubangan Kerbau

PADANGBOLAK-Sekitar 500 meter jarak jalan Lintas Gunung Tua-Portibi tepatnya, tepatnya di depan Asrama Konpi C 123 Rajawali Gunung Tua seperti kubangan kerbau. Kondisi jalan berlubang dipenuhi air yang melimpah di sekitar jalan.
Dengan kerusakan ini, sangat menghambat pengguna jalan, terutama kendaraan baik roda dua ataupun roda empat. Akibatnya, pengendara terpaksa memacu kendaraannya dengan lamban serta ekstra hati-hati.

Pantauan METRO,  kondisi jalan terlihat berlubang dan dipenuhi genangan air, akibat guyuran hujan beberapa hari ini di wilayah Gunung Tua dan sekitarnya. Akibatnya badan jalan becek dan licin akibat mengendap bersama lumpur. Karena kerusakan parah berupa aspal yang berlubang dan bila turun hujan seperti kubangan kerbau ini harus ekstra hati-hati melewati jalan tersebut.

“Kita sangat mengharapkan perbaikan ini, karena ini merupakan satu-satunya akses Jalan Lintas menuju Portibi. Setidaknya kerusakan ini sudah terjadi dua tahun ini dan kondisinya kian lama kian parah,” kata Syapri (26) saat melintas di jalan depan Asrama TNI AD, Jumat (5/8).

Diutarakannya, jalan tersebut merupakan fasilitas umum yang manfatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Seharusnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Dengan kondisi seperti ini, tentunya mengurangi keindahan.
“Jika habis turun hujan seperti saat ini, Jalan ini bagaikan seperti jalan menuju perkampungan seperti di sipiongot. Lubang-lubang yang berada di badan jalan dipenuhi air bercampur lumpur,” ucapnya.

Baca Juga :  101 Siswa Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM) Ikut Olimpiade Sains Di Medan dan Bogor

Keluhan yang sama juga disampaikan Ongku Harahap (45) warga setempat. Menurutnya kondisinya jika turun hujan, jalan becek dan berlumpur. Hingga saat ini belum ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaikinya, walaupun sudah sering dikeluhkan warga. Dikhawatirkan dengan kondisi seperti itu, jalan akan bertambah rusak dan menciptakan lingkungan yang tidak sehat bagi warga yang tinggal di sepanjang jalan, apalagi dengan warga yang bermukim di Asrama TNI AD 123 Rajawali Gunung Tua. “Ini sangat memprihatinkan. Jika musim kemarau debu beterbangan, jika musim hujan jalan becek dan belumpur. Kami berharap pada pemerintah agar memperhatikan kondisi ini,” pungkasnya. (thg/mer)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*