Jalan Lintas Pantai Barat Longsor

Longsor di Desa Ranto Sore, Kecamatan Linggabayu, Sabtu (22/11). (Ridwan Lubis/Metro Tabagsel)

MADINA – Jalan lintas Pantai Barat tepatnya di Desa Ranto Sore, Kecamatan Linggabayu, Madina, longsor, Sabtu (22/11) sekitar pukul 16.30 WIB. Akibatnya, hingga Sabtu sore sekira 18.00 WIB terjadi antrian panjang hingga radius satu kilometer.

Informasi dihimpun Metro Tabagsel dari salah satu warga Simpang Gambir, Dirmin mengatakan, sejak siang hujan deras mengguyur wilayah Pantai Barat, sorenya sekira pukul 16.30 WIB, bukit di pinggir jalan lintas Pantai Barat itu longsor, dan titik longsor di Ranto Sore ini sudah berulang kali terjadi dan selalu menyebabkan antrean panjang kenderaan.

“Mulai tadi siang hujan deras turun, lalu sekitar pukul 16.30 WIB, terjadi longsor di Desa Ranto Sore, sampai sekarang antrian panjang masih terjadi,” ujar Dirmin Sabtu sore.

Menurut Dirmin, antrian kendaraan akan terus bertambah apalagi setiap hari Minggu di Simpanggambir ada pekan atau pasar. Ironisnya, sampai Sabtu sekira pukul 18.00 WIB, belum ada alat berat dari Pemkab Madina turun ke lokasi, namun saat ini ada pekerjaan pelebaran dan perbaikan jalan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara. Alat berat milik kontraktor itu membantu menangani timbunan longsor dari badan jalan.

“Beruntunglah ada alat berat yang sedang mengerjakan jalan tak jauh dari titik longsor, itulah yang membantu membantu mengerjakan pembersihan timbunan longsor, tetapi hingga petang jalan belum bisa dilalui,” ujarnya.

Baca Juga :  Wabup Paluta Buka Perkemahan Bhakti Saka Bhayangkara Tahun 2012

Masyarakat setempat berharap, Dinas Bina Marga Provinsi Sumut dan Pemkab Madina agar menyeriusi pekerjaan jalan lintas Pantai Barat, sehingga tidak terulang lagi kejadian longsor di titik yang sama.

“Kami berharap Pemprov Sumut dan Pemkab Madina lebih serius mengerjakan perbaikan dan pelebaran jalan lintas Pantai Barat, apalagi di beberapa titik yang sering terjadi longsor, misalnya di Ranto Sore, sudah berulang kali terjadi longsor,” harap warga.

Hati-hati Melintas

Bagi yang ingin melewati jalan lintas Pantai Barat, diimbau agar selalu waspada dan hati-hati melintas, mengingat curah hujan belakangan ini cukup tinggi. Di samping itu, mulai dari perbatasan Panyabungan Selatan-Batang Natal hingga ke Kecamatan Linggabayu, terlihat ada beberapa titik rawan longsor.

Pantauan Metro Tabagsel, Sabtu (22/11), jalan lintas Pantai Barat di perbatasan Panyabungan Selatan dengan Batang Natal, kondisi badan jalan dipenuhi lobang, dan di pinggir jalan terlihat bukit dan di sisi kanan jalan ada jurang. Ada beberapa titik berpotensi longsor.

Selanjutnya, di perbatasan Batang Natal dengan Kecamatan Linggabayu juga didapati beberapa titik longsor. Untuk jalan yang mengalami longsor kecil, saat ini warga desa yang dekat dengan titik rawan longsor terus mengerjakan pembersihan jalan dari material bekas longsor, sebagai upah mereka memperbaiki jalan, setiap mobil yang melintas dengan suka rela memberikan sumbangan uang kisaran Rp1.000 hinga Rp5.000 per mobil.

Baca Juga :  Mandailing dan Polman Krisis Minyak Tanah

“Kami hanya khawatir jika dibiarkan, material longsor kecil di badan jalan bisa mengganggu arus lalu lintas, sementara alat berat datang hanya jika sudah terjadi longsor yang sebabkan antrian panjang,” ujar Ilham, warga Desa Tarlola, Panyabungan Selatan, yang ikut membersihkan material longsor dan menutupi lobang di badan jalan dekat desa mereka. (wan)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*