Jalan Menuju Siobon Belum Pernah Diaspal

Rusak Parah Satu mobil melintas di jalan yang rusak parah jalur Salambue-Gunung Baringin. Kondisi badan jalan di jalur ini sudah disumpah serapah pengguna jalan karena Pemkab Madina dinilai kurang serius memeliharanya. (medanbisnis/zamharir rangkuti)

Jalan kabupaten dari simpang Aek Mata menuju Desa Siobon Jae dan Siobon Julu Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hingga saat ini belum tersentuh pembangunan aspal.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Siobon Jae Ikmal Batubara kepada MedanBisnis, Jumat (2/9) di Siobon. Batubara mengatakan, sejak dibuka jalan pada tahun 1997 hingga tahun 2016 panjangnya sekitar 2,5 kilometer (km) kondisnya masih jalan tanah belum pernah diaspal. Sehingga warga merasa kesulitan untuk membawa hasil komoditas pertanian mereka.

Sementara jumlah kepala keluarga (KK) dari dua desa itu mencapai 310 KK dan ribuan jiwa. “Seingat saya semenjak jalan ini dibuka belum pernah dibangun permanen atau aspal. Makanya ketika hujan kendaraan akan sulit melintas, musim kemarau akan berdebu,” ucapnya.

Dikatakan, hampir seluruh warga berperofesi sebagai petani karet, kulit manis, kemiri dan hasil hutan lainnya. “Jika bukan karena adanya dana desa kemungkinan besar jalan desa, dek penahan longsor belum bisa kami bangun. Namun kalau untuk jalan kabupaten tentu anggaran dana desa tidak mencukupi. “Karena itu kami harapkan kepada Pemkab Madina untuk membangun jalan kami ini,” ungkapnya.

Senada juga disampaikan seorang tokoh masyarakat Basyid bekerja sebagai sopir mobil bak terbuka hampir tiap hari melintas membawa barang warga dari Pasar Panyabungan menuju desa mereka.

Katanya, dengan jalan tanah di beberapa titik terdapat tanjakan harus ekstra hati – hati sebab jika tidak bisa kecelakaan. “Jarak yang hanya 2,5 km harus kita lalui 20 menit hingga 30 menit jika membawa barang seperti bahan sembako, bahan bangunan dan lainnya,” katanya.

Dijelaskan, sebagian besar warga jika ingin ke Pasar Panyabungan harus menempuh jarak sekitar 10 km, bagi yang tidak memiliki kendaraan roda dua biasanya jalan kaki sekitar 8 km, kalau naik becak bermotor sekitar 2 km lagi.

“Ini untuk warga Desa Sibon Jae kalau warga Desa Siobon Julu itu bisa belasan kilometer berjalan kaki, makanya pada saat ada lomba maraton di kabupaten banyak anak muda yang ikut dan sering menjadi juara, begitupun jalan aspal tetap menjadi dambaan kami,” harapnya. (zamharir rangkuti)

/medanbisnisdaily

This content is 1 year old. Please, read this content keeping its age in Mind
SHARE : facebook Jalan Menuju Siobon Belum Pernah Diaspalgoogle Jalan Menuju Siobon Belum Pernah Diaspaltwitter Jalan Menuju Siobon Belum Pernah Diaspallinkedin Jalan Menuju Siobon Belum Pernah Diaspalemail Jalan Menuju Siobon Belum Pernah Diaspalprint Jalan Menuju Siobon Belum Pernah Diaspal

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*