Jalan Nasional Di Pantai Barat Segera Dibangun

TAPANULI TENGAH – Seluruh jalan nasional di wilayah Pantai Barat, Sumatera Utara (Sumut) segera dibangun dan diperbaiki. Pemerintah pusat pada 2012 menganggarkan dana sebesar Rp200 miliar lebih.

Hal tersebut diungkapkan anggota DPRD SumateraUtara, Maratua Siregar ketika dikonfirmasi, kemarin. Dia menjelaskan, jalan nasional yang akan diperbaiki adalah batas jalan Sibolga–Tapanuli Utara (Taput).Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 miliar lebih. Kemudian untuk batas Tapanuli Tengah (Tapteng) – Tarutung sekitar Rp6 miliar, batas Sibolga – Batangtoru,Tapanuli Selatan (Tapsel) sebesar Rp134 miliar, dan jalan Nasional Sipirok (Tapsel) – Tarutung sebesar Rp60 miliar.

“Pemerintah pusat juga mengalokasikan dana pembangunan jalan baru, alternatif Rampa–Poriaha (Tapteng) sepanjang 11 Km.Anggaran yang disiapkan sebesar Rp30 miliar,” kata Maratua Siregar. Maratua mengatakan, untuk pembangunan jalan Sibolga batas Taput nantinya, tidak sekadar pembangunan, juga seturut dilakukannya pelebaran jalan dari 4 meter menjadi 6 meter.“Lebar jalan 4 meter ini peninggalan zaman Belanda sudah tidak representatif saat ini.Oleh karena itu,kami minta dilakukan pelebaran badan jalan juga,”kata mantan Ketua DPRD Tapteng ini.

Maratua berharap,kontraktor yang mengerjakan proyek jalan – jalan Nasional di Pantai Barat tidak sekadar memperhatikan penawaran terendah, tetapi harus turut memperhatikan mutu (kualitas) pembangunan. “Saya berharap masyarakat, LSM, dan wartawan terlibat untuk melakukan pengawasan pembangunan seluruh pekerjaan jalan Nasional tersebut. Soalnya dari yang kita ketahui, pelaksanaan pembangunan jalan tidak pernah memperhatikan kualitas,” ujar Maratua Siregar.

Sebelumnya Lembaga Pemerhati Pengkajian Pembangunan Sosial (LP3SU) prihatin melihat kondisi jalan nasional di wilayah Pantai Barat,terutama batas jalan Sibolga – Tapanuli Utara (Taput) dan Sibolga – Tapanuli Selatan (Tapsel). Menurut Ketua LSM LP3- SU Henry R Lumbantobing alias Totok,sesuai hasil investigasi di lapangan, seharusnya kondisi Jalan Nasional batas Sibolga- Taput dan Sibolga– Tapsel, tidak lagi sekadar pemeliharaan seperti yang dilakukan selama ini.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Madina Gelar Lomba

Melainkan, harus dilakukan peningkatan pembangunan mengingat kondisi badan jalan Nasional tersebut sudah sangat memprihatinkan.Terutama di sepanjang jalan Nasional Sibolga batas Taput yang sudah kerap memakan korban jiwa. “Kami berharap seluruh kerusakan ini segera dapat diperbaiki dan perencanaan harus benar–benar matang, khususnya di jalan Nasional Sibolga batas Taput,” katanya, kemarin.

Hal senada disampaikan aktivis LSM Kupas Tumpas Sibolga- Tapteng, Makmur Pakpahan. Dia mengatakan, sesuai hasil investigasi yang telah mereka lakukan,ternyata anggaran pemeliharaan jalan yang dikucurkan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) I Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada TA 2011 untuk wilayah Pantai Barat, khususnya untuk biaya pemeliharaan jalan Sibolga batas Taput dan Sibolga batas Tapsel, sangat minim.

Sesuai hasil perhitungan, besar anggaran tersebut hanya cukup untuk membeli aspal hotmix dan material (Base A,B) serta membayar upah pekerja. Sementara panjang jalan batas Sibolga–Taput dan Sibolga– Tapsel yang akan diperbaiki ada sekitar 171 kilometer (km).Belum lagi untuk pembangunan Bronjong dan batu pasangan mengatasi bahaya longsor, ditambah pembabatan rumput dibahu jalan serta pembersihan parit.

“Untuk itu, kami (LSM Kupas Tumpas) sangat berharap kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini BBPJN I Kementerian PU agar membangun seluruh kerusakan jalan Nasional di wilayah Pantai Barat Sumut. Tentunya dengan mengalokasikan anggaran yang cukup dan tidak menganaktirikannya daerah ini seperti yang terjadi selama ini,” tukas Makmur Pakpahan.

Baca Juga :  15 Polres di Sumut optimalkan operasi Sikat Toba 2009 selama sebulan penuh (dimulai Kamis 19-Nov hingga Sabtu 20-Des)

Di tempat terpisah,Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Sumatera Utara,Siduhuaro Dachi yang dikonfirmasi SINDO mengakui, masih parahnya kerusakan jalan batas Sibolga–Taput dan Sibolga– Tapsel, akibat minimnya anggaran yang dikelola selama ini. Seperti diketahui pada tahun anggaran 2011 hanya sebesar Rp7 miliar.

“Dengan anggaran yang minim, kami tentunya tidak bisa berbuat banyak untuk menangani pemeliharaan seluruh jalan Nasional di Pantai Barat Sumut. Terlebih Jalan Nasional Sibolga batas Taput yang penangananya memang membutuhkan dana yang besar. Disamping masih rusak,jalan Nasional Sibolga batas Taput tersebut sangat rawan longsor,”katanya. Walau demikian ungkapnya, pihaknya berterimakasih karena pada tahun anggaran 2012, seluruh kerusakan jalan Nasional di wilayah Pantai Barat kemungkinan sudah akan dapat teratasi.

Pasalnya,pemerintah pusat berkat perjuangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional dan DPRDSU mengalokasikan ratusan miliar untuk pembangunan jalan di wilayah Pantai Barat Sumut.

waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*