Jalan Nasional di Pantai Barat Sumut Rusak Bera

Kubangan Kerbau Ribu Simatupang berdiri di tengah badan Jalan Nasional Sibolga -Tarutung yang terlihat rusak parah dan berubah menjadi kubangan kerbau. (medanbisnis/juniwan)

Sibolga. Pemerhati Pembangunan Pantai Barat Sumut, Ribu Simatupang, mengungkapkan, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1436 H, kondisi ruas Jalan Nasional Sibolga-Tarutung dan Jalan Nasional Sibolga-Padangsidimpuan mengalami kerusakan sangat parah.

“Pada sejumlah titik di Jalan Sibolga-Tarutung, misalnya, badan Jalan Nasional yang melintasi Kecamatan Sitahuis (Tapteng), Kecamatan Adian Koting (Taput) hampir tidak dapat dilalui kendaraan, akibat banyaknya lobang menganga, bahkan sudah menyerupai kubangan kerbau,” ungkap Ribu Simatupang ketika menggelar jumpa pers, Senin (29/6) di Sibolga.

Meskipun telah dilakukan perawatan oleh PPK 12 Sibolga CS, tetapi kondisi Jalan Nasional di kawasan Pantai Barat Sumut itu bukannya menjadi baik, malah semakin rusak berat. Demikian pula kondisi badan Jalan Nasional Sibolga-Padangsidimpuan, kondisinya mulai berlobang-lobang dengan kedalaman variatif hingga mencapai 35 cm.

“Sudah barang tentu, kondisi jalan berlobang seperti itu mengancam keselamatan masyarakat pengguna jalan. Bila tidak ingin celaka, pengendara harus waspada melintasi Jalan Nasional Sibolga-Padangsidimpuan,” sebut Ribu Simatupang yang juga pengurus salah satu asosiasi jasa konstruksi di Sibolga dan Tapteng.

Pihaknya tidak memungkiri, bahwa Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah I Sumut-NAD melalui PPK 12 Sibolga CS bukannya tidak bekerja, tetapi hasil kerjanya dinilai tidak maksimal. Sehingga miliaran rupiah uang negara yang dialokasikan untuk perawatan Jalan Nasional tersebut terkesan sia-sia dan terbuang percuma.

Baca Juga :  Waspadai Kerbau Wahai Pemudik Lalui Jalur Lintas Barat Sumatera!

“Kita mengamati bahwa, selama satu dekade (10 tahun) terakhir, Jalan Nasional di kawasan Pantai Barat Sumut yang menjadi tanggungjawab PPK 12 Sibolga CS berkisar sepanjang 173 Km, sudah beberapa kali dibangun hingga mulus dan bagus, tetapi sayang kondisinya tidak mampu bertahan lama. Tak sampai setahun, jalan tersebut rusak lagi,” beber Ribu.

Disebutkan, pihaknya melihat langsung kondisi Jalan Nasional Sibolga-Tarutung yang terpantau rusak parah diwarnai lobang besar menyerupai kubangan kerbau. Begitu pula saluran drainase terlihat seperti tak pernah dirawat karena banyak yang tersumbat, sehingga air menggenangi badan jalan. Bahkan beberapa jembatan juga dibiarkan tergenang air.

“Sepertinya pihak BBPJN wilayah 1 Sumut-NAD melalui PPK 12 Sibolga CS terkesan membiarkan kondisi itu. Padahal, biaya perawatan dan pemeliharaan Jalan Nasional tersebut mengucur setiap tahun anggaran. Totalnya mencapai Rp 4 miliar-Rp 6 miliar pertahun,” katanya.

Ironisnya, banyak pejabat negara yang melintasi jalan nasional itu. Mulai, anggota DPRDSU, Gubsu, anggota DPDRI, anggota DPRRI hingga sejumalh Menteri Negara sudah pernah melintasinya saat melakukan kunjungan kerja ke daerah. “Tetapi, mereka hanya turun ke jalan itu, lalu foto-foto selfi,” tegas Ribu.

Bahkan, sejumlah Kepala Daerah di kawasan Pantai Barat Sumut ini sudah berupaya memohon dan mencolok anggaran kepada pemerintah pusat kiranya menggelontorkan dana untuk membangun infrastruktur Jalan Nasional di wilayah Pantai Barat Sumut, tetapi sepertinya perjuangan tersebut tidak membuahkan hasil. “Hal itu mengindikasikan bahwa, pemerintah pusat kurang perhatian atau tidak peduli, sehingga kawasan Pantai Barat Sumut menjadi anak tiri di negeri sendiri,” pungkas Ribu.

Baca Juga :  38.774 Warga Riau Terserang ISPA Akibat Kabut Asap

JUNIWAN – MedanBisnis

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*