Jalan Nasional Kabanjahe-Kutabuluh-Aceh Terancam Putus

(Analisa/ b bersih g munthe) LONGSOR: Jalan nasional jurusan Tanah Karo-Kutabuluh-Laubaleng-Aceh yang longsor di km 130 Desa Butar, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi.

Tigabinanga, (Analisa). Transportasi jurusan Kabanjahe-Kutabuluh (Dairi)-Aceh Tenggara (Aceh) saat ini cukup rawan. Selain kerusakan jalan, juga ditemui sejumlah lokasi longsor. Salah satu di antaranya, di  km 130 Desa Butar, Kabupaten Dairi jalan nasional antara Kecamatan Tigabinanga dengan Kecamatan Laubaleng, Tanah Karo.

Puluhan titik longsor terjadi selama 2013 sampai 2014 antara desa Kutabangun Kecamatan Tigabinanga dengan Desa Durinrugun dan Desa Laubaleng Kecamatan Laubaleng dan belum ada tanda-tanda perbaikan. Umumnya, longsor yang diduga akibat tidak berfungsinya drainase, mengancam setiap pengguna jalan yang sewaktu-waktu dapat mengancam jiwa.

Instansi terkait, khususnya pihak penegak hukum diharapkan mengusut anggaran pemeliharaan dan perawatan jalan nasional selama ini, terutama mengawasi pelaksanaan proyek APBN 2014 yang jumlahnya berkisar hampir Rp 400 miliar, hal itu dikatakan anggota DPRD Karo, Masdin DT Ginting, Pt Theopilus Sinulaki, masyarakat desa Perbulan Kecamatan Laubaleng dan Alexander Ginting, pemerhati masyarakat pedesaan kepada wartawan di Tigabinanga, Sabtu (8/3)

Pantauan wartawan bersama Masdin, Sinulaki dan Ginting di sepanjang ruas jalan nasional Kabanjahe-Kutabuluh-Laubaleng, ditemui sejumlah longsor dan pelaksanaan proyek multy years APBN 2013-2014 tentang peningkatan kapasitas dan pelebaran jalan nasional jurusan Kabanjahe-Kutabuluh Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi.

Baca Juga :  KPK Tempatkan Satgas Khusus di Sumatera Utara dan 5 Propinsi Lain

Sejumlah lokasi longsor  merusak badan jalan dan longsor puluhan meter jatuh ke dasar jurang. Belum ada perbaikan dan belum ada tanda-tanda bahaya sebagai peringatan kepada pengguna jalan.

Kasatker Penanganan Jalan Nasional (PJN), Balai Besar Penanganan Jalan Nasional (BBPJN-I), Bambang Pardede yang dikonfirmasi wartawan sebelumnya di kantornya  Jalan Busi Medan, membenarkan prihal longsor itu.

Namun, dia tidak merinci apa penyebab dan bagaimana penanganannya.

“Kita sudah mengirim surat ke Jakarta untuk melakukan penelitian melalui Direktorat Bintek. Di daerah jalan nasional jurusan Tigabinanga-Kutabuluh banyak longsor Namun secara rinci silakan tanya kepada PPK-nya, Hermansyah,” ujar Pardede.

PPK Hermansyah yang dikonfirmasi wartawan  beberapa hari lalu di kantornya di perumahan Johor Indah, Medan, tidak berhasil. Namun, menurut stafnya, Khaidir dan Fahruddin, Hermansyah tidak mau berkomentar tentang penyebab terjadi longsor. (ps)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*