Jalan Pantai Barat Dihadang Longsor & Pohon Tumbang

MADINA- Hujan deras yang mengguyur wilayah Pantai Barat menyebabkan tiga ruas jalan tertimbun longsor. Selain longsoran, jalanan juga dihiasi pohon tumbang. Maka kendaraan yang melintas di jalan tersebut harus antre. Selain sopir, penumpang berbagai kendaraan memilih jalan kaki di lokasi longsor tersebut. Alasannya, takut terjatuh.

mg 5 Jalan Pantai Barat Dihadang Longsor & Pohon Tumbang
RAWAN LONGSOR: Sepanjang Jalan Pantai Barat rawat longsor. Misalnya yang terjadi di jalan Desa Raorao

Bukan hanya itu, sepanjang jalan Pantai Barat, khsususnya sekitar Kecamatan Batang Natal dan Linggabayu, Madina, juga rawan langsor. Penyebabnya, jalur ini dihimpit oleh bukit dan jurang, yang sewaktu-waktu bisa amblas bila terus-menerus digerus air hujan.

Amatan METRO, Minggu (11/9), selama perjalanan dari pusat Panyabungan ke arah Pantai Barat, jalur yang berbahaya itu mulai terlihat di perbatasan Kecamatan Panyabungan Selatan dengan Kecamatan Batang Natal sekitar 25 kilometer.
Sepanjang jalan banyak sekali tikungan tajam dengan kondisi badan jalan rusak dan berlubang. Di kanan-kiri jalan terlihat bukit dan jurang terjal.

Dan, jalan yang paling sulit dilewati ada di dua kecamatan, yakni Batang Natal dan Linggabayu. Di Batang Natal ada 3 titik longsor yang berada di perbatasan. Di sini, kendaraan sering mengalami kemacetan. Dengan kondisi jalan seperti ini, para pedagang yang mau berjualan ke pekan adalah yang paling dirugikan.

Seperti dikatakan Panususnan Nasution, yang setiap hari Minggu berjualan di Pasar Simpang Gambir Linggabayu. Warga Panyabungan ini mengaku, setiap musim hujan kondisi tersebut mengganggu perjalanannya menuju pekan. Sebab, waktu tempuh yang mereka lewati harus terlambat dari biasanya.

Baca Juga :  Meski Kalah, Howard Bikin Rekor di Piala Dunia

“Biasanya dari Panyabungan ke Simpang Gambir hanya 2 jam, tetapi dengan kondisi hujan seperti ini paling cepat lah sampai 3 jam, bahkan biasanya untuk tiba di Simpang Gambir bisa 4 jam,” katanya. Akhirnya dengan kemacatetan di 3 titik longsor itu, Panusunan dan pedagang lainnya terlambat tiba di pekan dan biasanya dalam kondisi ini pihak pedagang selalu merugi.

”Kami berangkat biasanya sebelum subuh dan tiba di Simpang Gambir pukul 06.00 pagi, tetapi hari ini kami tiba pukul 08.00 dan pedagang yang berasal dari sekitar Simpang Gambir itu sudah pada buka jualan masing-masing, ya terpaksalah kami jual dagangan dengan harga yang rendah agar tetap laku,” ujarnya. (wan)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*