Jalan penghubung Natal-Batahan Rusak

PANYABUNGAN – Keluhan warga Kabupaten Mandailing Natal terhadap sarana transportasi yang kurang memadai khususnya di kawasan pantai barat terus menggema. Ini dikarenakan prasarana perhubungan  sangat vital bagi peningkatan perekonomian warga pedesaan.

Sarana jalan yang perlu menjadi prioritas bagi Pemkab Madina di bawah komando HM Hidayat Batubara-Dahlan Hasan Nasution yaitu jalan penghubung antara Kecamatan Natal-Batahan atau yang akrab disebut jalan tompek yang panjangnya 17 kilometer, karena kondisinya sekarang ini rusak parah.

Syafaruddin Nasution, salah seorang tokoh asal daerah itu, mengatakan hubungan lalu lintas Natal-Batahan lewat Tompek beberapa bulan terakhir terancam lumpuh akibat sejumlah jembatan rusak total, padahal cukup vital untuk mengangkut hasil perkebunan dan pertanian warga kedua kecamatan itu.

“Beberapa jembatan penghubung antara dua kecamatan itu kini kondisinya sangat memprihatinkan. Sementara jembatan terpanjang yang berada di muara aek (Sungai) Batang Natal telah hanyut akibat banjir terjadi beberapa waktu lalu,” ungkapnya, tadi malam.

Sementara masyarakat kaum nelayan yang bermukim di pinggiran pantai Natal-Batahan mendesak pemerintah daerah segera menanggulangi kerusakan jalan Tompek.

Camat Batahan, Arif Adnan, membenarkan kerusakan jalan penghubung dua kecamatan itu. ”Jalan Tompek sudah lumpur beberapa bulan terakhir, akibat kerusakan beberapa unit jembatan dan badan jalan di titik tertentu,” katanya.

waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Seringnya Pemadaman Listrik Ganggu Pelayanan RSUD Panyabungan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*