Jalan Provinsi di Kecamatan Batang Natal Rusak

Panyabungan. Jalan akses Provinsi Sumatera Utara yang berada di Desa Muara Parlampungan, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), tinggal menunggu maut. Pasalnya setengah badan jalan tersebut longsor akibat termakan arus aek parlampungan. Andi Lubis salah satu warga Desa Muara Parlampungan yang dijumpai wartawan, Rabu (8/7) mengatakan bahwa keberadaan badan jalan yang tergerus arus aek parlampungan ini sudah hampir setahun lebih. Akibatnya, badan jalan longsor.

Disampaikan, sejak badan jalan rusak di Desa Muara Parlampungan ini belum pernah diperbaiki oleh pemerintah Provinsi maupun tanggapan pemerintah daerah. Bahkan di ruas jalan tersebut pemerintah tidak membuat tanda kalau jalan tersebut lagi rusak.

“Keberadaan jalan tersebut hanya dibiarkan saja dan tidak ada membuat tanda bahaya. Adapun tanda yang ada di sudut lobang itu karena dibuat warga, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan,” ungkapnya.

Dikatakan, jika pengendara jarang melintasi jalan ini dan tidak berhati-hati, maka akan terjadi kecelakaan, walaupun melintas disiang hari dan malam. Karena tidak ada tanda bahaya yang dibuat oleh pemerintah, padahal jalan tersebut sudah setengah tergerus arus sungai.

“Kami meminta kepada pemerintah provinsi agar secepatnya melakukan perbaikan, dan diharapkan kepada pemerintah daerah mengusulkan untuk dilakukan perbaikan. Jangan di tunggu lagi ada korban jiwa baru ada niat untuk memperbaikinya,” katanya.

Ditempat terpisah Anwar pengemudi Mopen jurusan Panyabungan – Muarasoma mengatakan menyayangkan atas kondisi jalan yang sudah satu tahun ini belum ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaikinya.

Baca Juga :  Baru 2 Balon Ketua PP Paluta yang Mendaftar

“Memang ada kesannya pemerintah kurang memperhatikan warga yang berada di pelosok, sehingga jauh dari pantauan oleh semua pihak. Selain itu tidak ada usulan yang dilakukan pemerintah daerah. Bagaimana pemerintah provinsi secepatnya mengetahui badan jalan yang rusak tersebut,” bebernya. <hr/>(zamharir rangkuti)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*