Jalan Sinunukan-Batahan Memperihatinkan

MADINA- Kondisi jalan penghubung antara Kecamatan Sinunukan menuju Batahan, dan dari Kecataman Batahan ke Kecamatan Natal Kabupaten Madina sangat memperihatinkan. Karena kondisi ini sangat meresahkan warga ketiga kecamatan tersebut, mereka berharap Pemkab Madina dapat mengatasi situasi ini dengan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan. Saat ini jalan penghubung tiga kecamatan itu ibarat kubangan kerbau yang penuh dengan lumpur.
Amatan METRO, Minggu (7/8) kemarin, jalan penghubung Sinunukan ke Batahan yang berjarak tempuh sekitar 15 kilometer itu sangat sulit untuk ditembus. Pasalnya, jalan sepanjang itu hanya terlihat dipenuhi dengan lubang berlumpur sehingga setiap kendaraan yang lewat harus hati-hati melewatinya.

Daerah yang paling parah terdapat di sekitar perkebunan sawit milik sejumlah perusahaan sawit yang ada.
“Kami sangat berharap pemerintahan di bawah pimpinan Hidayat Batubara-Dahlan Hasan Nasution mampu memberikan perubahan yang penuh arti bagi kehidupan masyarakat. Untuk saat ini kami sangat berharap jalan penghubung ini bisa diperbaiki meskipun belum pembangunan hotmix, setidaknya ada perbaikan sehingga bisa dilewati kenderaan umum,” sebut Sofyan SAg tokoh masyarakat kecamatan Batahan kepada METRO

Saat ditanyai penyebab kerusakan jalan itu, kata Sofyan disebabkan pembangunan atau perbaikannya yang belum tersentuh sejak tahun 2000. Di samping itu truk selalu bermuatan over tonase. Penyebab utama rusaknya jalan ini adalah truk miliki sejumlah perusahaan banyak over tonase, akhirnya jalan yang sebelumnya terbuat dari aspal kasar, saat ini telah menjadi tanah berlumpur. “Kami tak menuduh ulah siapa dan perusahaan mana iya. Artinya, kami melihat banyak truk yang melewati jalan penghubung ini melewati batas tonase sehingga kerusakan jalan semakin parah. Sudah selayaknya kerusakan jalan ini diperbaikan,” tambahnya. (wan/mer)

Baca Juga :  Masa Lebaran Warga Madina Padati Sampuraga

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*