Jalinsum Batu Jomba Anjlok, Macet 4 Jam

Hujan deras yang melanda Batu Jomba, Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (10/3) sore, mengakibatkan badan Jalinsum Batu Jomba anjlok sekitar 50 centimeter. Arus lalu-lintas dari dan ke Sipirok pun macet, Jumat (11/3) subuh sekira pukul 05.00 WIB.

Pantauan METRO, Jumat (11/3) pagi di Jalinsum Batu Jomba, puluhan kendaraan terjebak dalam antrean sepanjang sekitar 100 meter. Ini dikarenakan kendaraan sulit melintasi badan jalan bekas longsoran yang ditimbun dulunya, mengalami anjlok sekitar 50 centimeter dan membentuk mirip anak tangga.

Warga sekitar pun berusaha memperbaiki jalan yang anjlok dengan menyusun batu dan membuat jalur yang akan dilalui roda kendaraan. Akhirnya sekitar pukul 09.00 WIB, antrean kendaraan berangsur habis. Namun, jika tetap dibiarkan tanpa penimbunan oleh pihak terkait, tidak tertutup kemungkinan jalur Batu Jomba akan tetap rawan macet apalagi jika kondisi cuaca hujan seperti saat ini.

Beberapa pengendara truk seperti Arif (40), Samosir (36), dan Ruslan Butarbutar (34) kepada METRO mengatakan, mereka telah antre di Jalinsum Batu Jomba yang rusak sejak Jumat (11/3) subuh sekitar pukul 05.00 WIB. “Kami di sini sejak subuh, berada di belakang sana (lokasi jalan yang anjlok, red). Setelah kami periksa ternyata kondisinya cukup rawan,” ucap ketiganya secara terpisah.

Kepala Desa Luat Lombang Muara Siregar kepada METRO mengatakan, sejak Jumat (11/3) sekitar pukul 05.00 WIB, antrean kendaraan sudah ramai di wilayah Batu Jomba. “Memang sejak pukul 05.00 WIB tadi antrian sudah ada. Itu akibat bekas timbunan jalan anjlok lagi dan tanahnya turun sehingga permukaan jalan membentuk anak tangga, yang sulit dilalui,” terangnya. (ran) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Pawai MTQ Tingkat Paluta Sukses

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*