Jalinsum di Sidimpuan Rusak Parah

P. Sidimpuan, (Analisa) Ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang berada di sejumlah titik di Kota Padangsidimpuan mengalami kerusakan cukup parah. Pantauan Analisa, Senin (7/3), sejumlah kawasan yang mengalami kerusakan cukup parah tersebut di antaranya, Jalan Imam Bonjol

(Aek Tampang-Padang Matinggi- Sihitang) dan Sisingamangaraja (Sitamiang).

Kondisi badan jalan yang ramai dilalui kenderaan itu sangat parah. Berlubang dan siap memangsa para pengendara yang melintas.

Paling parah, di saat hujan. Lubang yang menganga rata – rata 1 hingga 3 meter itu tertutup air, sehingga kerap para pengendara terkecoh dan akhirnya terjatuh, karena tidak mengetahui jalan tersebut berlubang.

Safii Harahap (35) pengendara roda dua kepada Analisa mengaku telah berulang kali jatuh akibat jalan yang berlubang di hampir seluruh Jalinsum di Sidimpuan.

“Sudah berulang kali saya terjatuh akibat jalan berlubang dan yang terparah ketika jatuh di kawasan Sitamiang. Saya harus dirawat inap selama seminggu di RSUD,” ujarnya.

Safii mengaku heran, walau para pejabat Pemko setempat sering melintas di Jalan yang berlubang itu, tetap tidak ada upaya untuk memperbaiki jalan yang rusak bak kubangan kerbau tersebut.

“Apa mereka tidak tahu atau pura – pura tidak tahu, kalau jalan yang mereka lalui rusak parah, ” ungkapnya.

Diharapkannya, Pemko Sidimpuan berempati terhadap keluhan warga , dengan segera berupaya maksimal mengatasi kerusakan jalan yang telah menahun tersebut.

Baca Juga :  Lima Peristiwa Paling Diingat Pada Upacara Pembukaan Piala Dunia

Hal senada juga diungkapkan Fahmi (33) warga Jalan Imam Bonjol, yang juga mendesak agar Pemko P. Sidimpuan segera memperbaiki jalan berlubang minimal ditambal sebelum korban semakin banyak.

“Buat apa membuka jalan baru, bila di inti kota saja masih banyak jalan yang rusak parah,” cetusnya.

Diharapkannya, Pemko dapat lebih peka terhadap keinginan warganya sehingga kepercayaan masyarakat tetap terjaga dan roda pembangunan bisa terus berjalan efektif.

Terpisah, Kepala Dinas PU Kota P.Sidimpuan melalui Kabid Bina Marga Drs Abdur Rahim Nasution mengatakan, pihaknya tidak lagi melakukan perawatan Jalinsum sejak dikeluarkannya UU No.22 Tahun 2009, tentang adanya larangan bagi pemerintah kabupaten/kota menangani jalan nasional.

“Berdasar UU No.22 Tahun 2009 itu, kita tidak lagi menampung anggaran pemeliharan rutin untuk perawatan jalan di Kota Sidimpuan sejak 2010 lalu,” katanya.

Menurutnya, langkah saat ini yang akan dilakukan Pemko Sidimpuan akan menyurati Gubernur Sumatera Utara untuk meminta status jalan nasional yang berada di kota Sidimpuan dialihkan menjadi jalan kota kecuali Jalan Abdul Haris Nasution lintas timur (Jalan By Pass) justru diminta untuk dijadikan sebagai jalan nasional. “Inilah upaya kita untuk mempercepat proses penanganan kerusakan jalan-jalan nasional yang ada di kota dalihan natoli ini, “terangnya.

Sementara Ketua Fraksi Demokrat Kota P. Sidimpuan H. Khoiruddin Nasution ,SE menilai Pemko P. Sidimpuan tidak seharusnya berlindung dibalik UU No 22 Tahun 2009 terkait kondisi Jalinsum didaerah ini.

Baca Juga :  Sidang PK Mantan Bupati Madina - Jaksa Sebut Hidayat Batubara Hanya Ajukan Alibi

“Meski UU no 22 tahun 2009 itu menegaskan larang daerah menangani jalan nasional, tidak serta merta Pemko hanya berdiam diri. Kan bisa saja dilakukan kebijakan tambal sulam untuk menekan laju korban,” terangnya. Koir mengharapkan, Pemko P. Sidimpuan dapat lebih aspiratif dan peka terhadap seluruh keluhan masyarakat sehingga kondusifitas daerah dalihan natoli ini dapat terus berjalan dengan baik. (hih)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Seharusnya masalah jalan utama yg ada si pasid sdh hrs diselesaikan dari dlu, pembangunan yg kata na pro rakyat semakin jauh dari kenyataan..
    Janji para pemimpin yg dlu disampaikan wktu kampanye hanyalah OMDO, ga ada implementasinya sama sekali….

    NB (Naporlu Botoon) : parahnya jalan sama halnya dengan parahnya jalan anda menduduki jabatan anda kedepan…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*