Jalinsum Muara Sipongi Rawan Longsor

99797364b1a2c6f5da2135704590bf9ca874e29 Jalinsum Muara Sipongi Rawan Longsor
Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Kecamatan Muara Sipongi, Kabupaten Madina tepatnya mendekati perbatasan Provinsi Sumatera Utara dengan Provinsi Sumatera Barat, sejak seminggu terakhir menjadi langganan banjir.

MADINA-Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Kecamatan Muara Sipongi, Kabupaten Madina tepatnya mendekati perbatasan Provinsi Sumatera Utara dengan Provinsi Sumatera Barat, sejak seminggu terakhir menjadi langganan banjir.

Kejadian ini terutama di Desa Pinyongek, dan longsor tebing di pinggir jalan ini kembali melanda Pinyongek hari Minggu sore (1/5). Untuk itu kepada pengguna jalan diimbau supaya waspada saat melintas di jalan ini Pantauan METRO, Senin (2/5) siang, di sepanjang jalinsum Kecamatan Muara Sipongi terdapat beberapa titik rawan longsor mulai dari Pasar Muara Sipongi hingga ke Desa Pinyongek yang menjadi titik terparah. Di mana, masih banyak material tanah dan pohon yang tumbang pada longsor yang terjadi sekitar seminggu lalu, belum dibersihkan kemudian longsor datang lagi masih hari Minggu sore kemarin. Bukan itu saja air juga sudah menggenangi badan jalan sehingga kondisi ini mengganggu pengguna jalan.

Seorang warga Desa Pinyongek Kecamatan Muara Sipongi, Salamat Nasution (50) yang ditemui METRO di lokasi longsor menyebutkan, sejak seminggu terakhir curah hujan tinggi dan sudah 2 kali terjadi longsor di desa ini. Wargapun sudah bergotong-royong pada longsor pertama, tetapi pada longsor yang terjadi pada Minggu kemarin tak terlihat instansi terkait turun untuk membersihkannya, sehingga material tanah longsor masih menyelimuti badan jalan dan membuat para pengguna jalan merasa sulit untuk melewati jalan.

Baca Juga :  Kondisi RSU Madina Memprihatinkan

Menurut Salamat yang didampingi 2 orang warga lainnya, kondisi ini tentunya sangat mengancam keselamatan pengendara, ditambah lagi di sepanjang jalur ini banyak jalan yang anjlok ditambah lagi banyak tikungan tajam serta medannya yang penuh dengan bebukitan dan jurang yang terjal hingga mencapai 50 meter lebih ke bawah. Selaku warga, Salamat bersama warga lainnya hanya bisa gotong-royong untuk membersihkan tumpukan tanah yang masih menggumpal di badan jalan, dan warga berharap supaya instansi terkait dapat memperhatikan kondisi jalan ini dan membersihkan reruntuhan serta memperluas badan jalan. (wan/mer)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*